JKH Ministries

0

Di Mana Allah Ingin Saya Bekerja?

agaimana menemukan kehendak Allah bagi hidup saya? Ini selalu menjadi pertanyaan yang membebani selama kuliah, khususnya pada zaman kita dengan adanya berbagai pilihan yang belum pernah ada sebelumnya. Sebelum bertanya mengenai ”ke mana Allah memanggil saya?”, sebaiknya kita pertama-tama merenungkan mengenai ”di mana Allah telah memanggil saya?”

0

Apa yang Harus Saya Percayai supaya Diselamatkan?

Ini merupakan salah satu pertanyaan paling penting yang ditanyakan: ”Apa yang harus saya percayai supaya diselamatkan?” Hal ini ditanyakan kepada Pendeta John beberapa tahun yang lalu dalam sebuah sesi tanya-jawab. Berikut ini adalah jawaban Pendeta John:

0

Jangan Menyerah

Kita semua mendambakan kelegaan dari penatnya kehidupan ini. Dengan cara yang sangat nyata, Yesus memberikan kelegaan kepada ”semua yang letih lesu dan berbeban berat” dan yang datang kepada-Nya (Mat. 11:28).

0

Bagaimana Saya Mengatasi Rasa Khawatir Akan Masa Depan

Pagi ini, saya mengajak Anda untuk percaya bahwa faktor terpenting untuk keberanian Anda pada masa depan bukanlah keluarganya Anda; melainkan Allahmu. Saya memanggil Anda untuk terbebas dari batasan-batasan yang ditaruh orang-orang pada diri Anda sendiri terkait semacam takdir dari mana Anda berasal.

0

Bagaimana Saya Menantikan Allah?

Allah senang bertindak untuk mereka yang menanti-nantikan-Nya. Jadi, bagaimana kita menantikan Allah? Apakah menantikan Allah berarti kita tidak berbuat apa-apa? Kapankah kita berhenti menunggu dan mulai bertindak? Itu adalah pertanyaan penting yang dijawab dalam khotbah Pendeta John tentang Yes. 64:1–4. Sebuah khotbah yang disampaikannya pada tahun 1982. Inilah yang dikatakannya.

0

”Jiwaku Enggan Dihiburkan”

Waktu Asaf menulis Mazmur pasal 77, dia sedang mengalami krisis iman. Mengapa Asaf sangat bersusah hati? Karena dalam pandangannya, Allah sepertinya telah memutuskan untuk mengabaikan janji-Nya kepada bangsa Israel. Jika Allah tidak memegang janji-Nya, maka mereka yang percaya kepada-Nya membangun iman mereka di atas pasir – sebuah pikiran yang sangat mengganggu.

0

Sukacitanya Dunia

Dalam buku klasiknya, Mere Christianity, C.S. Lewis memberikan wawasan yang mendalam tentang mesin psikologis yang menarik dalam panggung drama sejarah. ”Semua yang kita sebut sebagai sejarah manusia — uang, kemiskinan, ambisi, perang, pelacuran, golongan, kerajaan, perbudakan — adalah kisah panjang yang mengerikan tentang manusia yang mencoba menemukan sesuatu selain Allah yang akan membuatnya bahagia.”

0

Sukacita Bukanlah Pilihan

Sukacita itu penting dalam kehidupan orang Kristen. Alkitab dengan jelas menyatakan kalau umat Allah diperintahkan untuk bersukacita dan dikenali karena sukacitanya.