”Jiwaku Enggan Dihiburkan”
Waktu Asaf menulis Mazmur pasal 77, dia sedang mengalami krisis iman. Mengapa Asaf sangat bersusah hati? Karena dalam pandangannya, Allah sepertinya telah memutuskan untuk mengabaikan janji-Nya kepada bangsa Israel. Jika Allah tidak memegang janji-Nya, maka mereka yang percaya kepada-Nya membangun iman mereka di atas pasir – sebuah pikiran yang sangat mengganggu.