22 April 2014 Wawancara dengan John Piper Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org
Ini merupakan salah satu pertanyaan paling penting yang ditanyakan: ”Apa yang harus saya percayai supaya diselamatkan?” Hal ini ditanyakan kepada Pendeta John beberapa tahun yang lalu dalam sebuah sesi tanya-jawab. Berikut ini adalah jawaban Pendeta John:
Paulus berkata, ”Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kis. 16:31). Ia juga berkata, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rom. 10:9).
Masalah Penting
Saya akan memegang ayat seperti itu. Anda harus mulai dari bagian intinya — yaitu mengenai kematian Yesus. Ia mati untuk dosa-dosa kita. Artinya, saya harus percaya bahwa saya memang adalah orang berdosa. Orang yang tidak percaya bahwa ia adalah orang berdosa tidak dapat diselamatkan. Jika tidak ada yang bisa diampuni, maka Yesus tidak melakukan apa pun untuk saya. Jika Yesus tidak melakukan apa pun untuk saya, berarti saya tidak mempercayai-Nya terkait keselamatan. Jika saya tidak percaya kepada-Nya, maka saya tidak selamat. Jadi, Anda harus percaya bahwa Anda adalah orang berdosa.
Anda juga harus percaya bahwa ada Allah yang telah menciptakan kemungkinan untuk kita berbuat dosa. Artinya, dosa merupakan suatu bentuk kegagalan kita dalam memenuhi harapan-Nya Sang Pencipta. Karena itu, harus ada Allah Pencipta di luar sana yang mengharapkan manusia untuk mempercayai-Nya; mengasihi-Nya; hidup untuk-Nya. Kita gagal [untuk memenuhi harapan itu].
Oleh karena itu, kita berada di bawah penghakiman dan murka-Nya. Anda harus percaya mengenai hal tersebut. Jika Anda adalah orang berdosa; memang ada Allah yang suci; dan dosa didefinisikan sebagai bentuk kegagalan kita terhadap Allah, maka kita harus memahami apa yang Ia lakukan untuk menyelesaikannya. Anda harus memahami bahwa Ia marah mengenai hal tersebut. Ia adil. Ia adalah hakim yang baik.
Solusi Penting
Jadi, apa yang telah Ia lakukan untuk menyelesaikan masalah keterpisahan kita dari-Nya? Ia telah mengutus Anak-Nya ke dunia. Anda harus percaya pada keilahian Yesus. Kitab Mazmur 49:8 menyatakan bahwa tidak ada seorang pun dapat membayar tebusan untuk orang lain. Beberapa ayat berikutnya, Allah dinyatakan yang akan membayar tebusan itu (Maz 49:16). Jadi, Ia tidak mungkin memakai Yohanes, Petrus, atau Paulus mati untuk kita. Ia harus memakai Allah-dalam-wujud-manusia mati untuk kita. Jadi, keilahian-Nya Yesus itu penting.
Lalu, apa yang dilakukan Yesus? Yesus menjalani kehidupan yang sempurna. Anda tidak bisa percaya bahwa Yesus berdosa dan berharap bisa diselamatkan mengingat pengorbanan yang telah dilakukan-Nya bagi Anda bukanlah sesuatu yang diminta sehingga Anda berarti tidak percaya pada apa yang telah dilakukan Allah bagi Anda. Jadi, Ia adalah Anak Allah yang tidak berdosa. Ia menyerahkan nyawa-Nya untuk mati menggantikan saya (terkait dimensi penggantian dari kematian Kristus untuk dosa-dosa saya). Ada banyak cara untuk membahas mengenai hal itu di dalam Alkitab. Saya pikir Anda bisa saja masih sangat bingung mengenai berbagai hal tersebut, namun tetap diselamatkan.
Saya tidak ingin menyebutkan semua cara Alkitab dalam membahas hal ini dan betapa bingungnya seseorang tentang hal ini namun tetap diselamatkan. Anggap saja kalau inti dari Injil adalah mengenai bagaimana semua hal ini diselesaikan. Yesus Kristus, Anak Allah, yang tidak pernah berdosa, menggantikan saya dan meminum cawan murka Allah untuk saya, dan mati menggantikan saya. Jika Ia tetap mati, maka kita akan tetap berada dalam dosa-dosa kita. Jadi, kita harus percaya kalau Ia memang bangkit dari kematian.
Bisakah Anda Memercayainya?
Itu adalah sejumlah hal yang harus dipercayai. Anda mungkin dapat menanyakan beberapa hal yang secara teologis terkait erat dengan hal-hal yang akan saya katakan: ”Ya, itu termasuk juga.” Namun, jika seseorang bertanya kepada saya, ”Apa yang harus saya percayai?” Saya akan berkata, ”Ada sejumlah hal yang harus Anda ketahui tentang diri Anda sendiri; tentang Allah; tentang salib.”
Juga, saya mengasumsikannya sebagai iman karena pertanyaan mereka adalah: ”Apa yang harus saya percayai?” Namun, Anda harus mempercayai sesuatu tentang kepercayaan. Artinya, itu memang diperlukan. Jika Anda berkata: ”Oh, saya mengerti semuanya itu. Saya mengerti semuanya itu. Sekarang saya akan beramal ibadah agar Allah memperhitungkannya bagi saya. Saya akan menaati hukum Taurat delapan puluh lima persen sehingga semua karya penebusan ini akan diperhitungkan bagi saya.” Anda berarti belum memahaminya. Anda belum diselamatkan.
Apa yang dituntut keselamatan dari Anda untuk dipercayai adalah: ”Alih-alih beramal ibadah untuk mendapatkan keselamatan ini, Yesus telah melakukan apa yang perlu dilakukan.” Kita menerimanya. ”Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah” (Yoh 1:12). Jadi, saya pikir perihal mengenai dosa, Allah, salib, dan iman telah meringkas intinya — itulah kebenaran mengenai keempat hal tersebut.
Bagaimana Mengenai Tritunggal?
Pendeta John kemudian mendapatkan pertanyaan lanjutan: ”Untuk diselamatkan, haruskah seseorang memahami Tritunggal?” Berikut ini adalah jawabannya:
Yang pasti, mereka tidak perlu tahu mengenai kata itu. Mereka bahkan tidak harus bisa melafalkannya dengan baik. Namun, yang perlu mereka lakukan adalah tidak menyangkal hal-hal penting mengenai kebenaran tersebut. Jadi, seseorang mungkin tidak pernah mendengar hal seperti Tritunggal, tetapi tetap diselamatkan. Namun, jika Anda bertanya kepada mereka: ”Yesus yang Anda percayai, apakah Ia ilahi atau hanya seorang manusia biasa?” Jika mereka mengatakan bahwa Ia tidak ilahi, saya pikir itu merupakan masalah besar. Jadi, yang saya maksudkan adalah mengenai implikasi dan berbagai aspek kebenaran Tritunggal.
Juga, saya tidak menganggap seseorang harus pernah mendengar tentang Roh Kudus supaya diselamatkan. Apakah itu sesuatu yang radikal? Saya kira tidak. Jika Anda diajari mengenai Roh Kudus dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi Anda dan kemudian berkata, ”Oh, tidak, tidak, tidak. Saya tidak percaya semuanya itu. Saya tidak percaya kalau saya butuh Roh Kudus untuk diselamatkan,” maka saya akan mempertanyakan keselamatannya Anda. Namun, ya ampun, saya baru menghabiskan lima menit untuk memberitakan Injil dan belum menyebutkan tentang Roh Kudus. Bukan karena Ia tidak penting. Kita tidak akan percaya tanpa karya Roh Kudus. Saya pikir mengetahui secara terperinci mengenai bagaimana Allah membuat Anda percaya tidaklah penting. Namun, setelah Anda mengetahuinya, dengan menyangkalnya justru akan merusak hal-hal yang penting tersebut.
***
Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul 'What Must I Believe to be Saved.'