Pernyataan Iman

Al-Kitab

Kami beriman-percaya kalau keseluruhan isi Alkitab, yaitu apa yang tertulis di 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru, dihembuskan (is breathed out) secara langsung oleh ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” (2 Tim. 3:15-17).

Kami beriman-percaya kalau (dalam proses penulisan Alkitab) Allah Roh Kudus ikut campur tangan dan berkarya melalui bakat, kepribadian, dan gaya menulis para penulis Alkitab sehingga mereka bisa-dan-sanggup menuliskan pewahyuan dari Allah (2 Pet. 1:20-21) tanpa melakukan kesalahan sedikit pun. Karena itu, tulisan-tulisan aslinya tidak-mungkin-salah; tidak-bisa-salah; dan tidak-pernah-salah (Mat. 5:18; Ibr. 4:12).

Kami beriman-percaya kalau Alkitab menjadi otoritas yang sempurna-dan-tertinggi  bagi setiap orang Kristen (Maz. 19:7-8). Hanya melalui Alkitab seseorang akan menemukan kebenaran (Maz. 119:137, 142, 160; Yoh 17:17). Alkitab akan menjelaskan Alkitab. Yang tersurat akan menjelaskan yang tersirat (Mat. 24:35; Yoh. 10:35; 16:12-13; 1 Kor. 2:13).

Allah

Kami beriman-percaya kalau hanya ada satu Allah yang sejati-dan-hidup, yaitu ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” (Ula. 6:4; Yes. 45:5-7; 1 Kor. 8:4), yang sejak dari masa kekekalan sudah terdiri dari tiga Pribadi yang saling-berlainan-dan-dapat-dibedakan (three distinct Persons) dan setara keilahian-Nya (Mat. 28:19; 2 Kor. 13:14), yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.

Meskipun terdiri dari tiga Pribadi yang saling berlainan-dan-dapat-dibedakan, ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” merupakan kesatuan dalam keberadaan-Nya, esensi-Nya, dan kemuliaan-Nya (Yoh. 10:30). Satu Allah, tetapi tiga Pribadi. Tiga Pribadi, tetapi satu Allah. Tiga Pribadi, tetapi bukan tiga Allah. Bukan ”1+1+1 = 3”, melainkan ”1 x 1 x 1 = 1”. Ketiga Pribadi ini sama-sama pre-existent, co-existent, dan self-existent. Allah Bapa tidak pernah berubah menjadi Allah Putra ataupun Allah Roh Kudus, dan sebaliknya. Allah Putra tidak pernah berubah menjadi Allah Bapa ataupun Allah Roh Kudus, dan sebaliknya. Allah Roh Kudus tidak pernah berubah menjadi Allah Bapa ataupun Allah Putra, dan sebaliknya.

Kami beriman-percaya kalau ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” merupakan Pencipta dari segala sesuatu (Yes. 45:5-7; Kol. 1:16); kekal adanya (Mzm. 90:2); Raja atas segala zaman (1 Tim. 1:17); dan berdaulat atas segala sesuatu (Maz. 93:1-2). Ia Mahatahu (Maz. 139:1-6); Mahahadir (Maz. 139:7-13); dan Mahakuasa (Yer. 32:17; Why. 19:6). Ia kudus (Yes. 6:3, 1 Pet. 1:15-16); adil (Ula. 32:4, Yes. 30:18); tidak pernah berubah (Mal. 3:6); dan righteous/ benar-dan-adil (Maz. 119:137; Yes. 45:19). Ia adalah Kasih (1 Yoh. 4:8); penuh dengan belas kasihan (Maz. 145:9; Efe. 2:4) dan pengampunan (Yes. 1:18; Mik. 7:18-19). Ia baik adanya (Maz. 119:68; Nah. 1:7; Mrk. 10:18).

Ia adalah Allah yang  menjadikan langit, langit di atas segala langit dengan seluruh bala tentaranya, bumi dengan semua yang ada di atasnya, laut dengan semua yang ada di dalamnya. Ia adalah Allah yang memberi hidup kepada semuanya, dan bala tentara langit sujud menyembah-Nya (Neh. 9:6). Ia adalah Allah Yang Mahabesar, Mahakuasa, dan Mahaagung, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya (Neh. 9:32). Ia adalah Allah yang pengampun, pengasih, dan penyayang. Ia lambat untuk marah dan berlimpah kasih setia (Neh. 9:17, 19, 25, 27-31).

Allah Bapa

Kami beriman-percaya kalau Allah Bapa, Pribadi Pertama dari ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa”, menetapkan dan mengatur segala sesuatu menurut rencana-Nya dan anugerah-Nya (Kis. 1:7; 1 Kor. 8:6; Efe. 1:3-11; 1 Pet. 1:2-3). Ia adalah Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan (2 Kor. 1:3).

Ia adalah Bapa yang menerangi mata hati kita, yang betapa hebat kuasa-Nya (Efe. 1:19-20; Kol. 1:11), yang membangkitkan Tuhan Yesus Kristus dari antara orang mati (Kis. 2:24, 13:30; Efe. 1:18-20). Ia adalah Bapa yang mulia (Efe. 1:17; 3:16), yang dari pada-Nya semua keluarga yang di dalam surga dan di atas bumi menerima namanya (Efe. 3:15). Ia adalah Bapa yang melayakkan kita untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam terang. Ia adalah Bapa yang telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih (Kol. 1:12-13; 1 Yoh. 3:1). Ia adalah Bapa segala roh (Ibr. 12:9) dan segala terang. Pada-Nya tidak ada perubahan atau pertukaran bayangan (Yak. 1:17). Ia adalah Bapa yang menghakimi setiap orang sesuai perbuatannya tanpa membeda-bedakan (1 Pet. 1:17).

Allah Bapa merupakan Pencipta segala sesuatu dan segala sesuatu berasal dari-Nya. Sebagai satu-satunya Penguasa Yang Mahakuasa di alam semesta ini, Allah Bapa berdaulat atas segala sesuatu (Kej. 1:1-31; 1 Kor. 8:6). Sebagai Pencipta, Ia memang adalah Bapa dari umat manusia (Efe. 4:6), namun Ia hanya menjadi Bapa rohani dari orang-orang yang sudah diselamatkan-Nya (Rom. 8:14; 2 Kor. 6:18).

Allah Bapa sudah menetapkan segala sesuatu dari semula sesuai dengan rencana-Nya. Ia juga yang mengerjakan segala sesuatu dalam keputusan kehendak-Nya (Efe. 1:11). Walaupun segala sesuatu dan setiap peristiwa hanya bisa terjadi karena seijin-Nya dan sepengetahuan-Nya, Ia tidak bisa dipandang sebagai pihak yang menyetujui terjadinya perbuatan dosa (Hab. 1:13; Yoh. 8:38-47). Ia tidak bisa dianggap ikut bertanggungjawab ketika terjadi kejahatan (1 Pet. 1:17).

Kami beriman-percaya kalau Allah Bapa telah memberkati setiap orang yang beriman-percaya dalam Kristus dengan setiap berkat rohani di dalam surga. Ia juga yang memilih siapa-siapa saja yang akan diselamatkan-Nya bahkan sebelum dunia dijadikan (Efe. 1:3-6). Hanya orang-orang yang dipilih Allah Bapa untuk menjadi milik-Nya, untuk diberikan kepada Allah Putra, yang bisa-dan-mau datang dan beriman-percaya kepada Allah Putra, yaitu Tuhan Yesus Kristus (Rom. 8:28-30; Yoh. 6:39; 17:2, 6, 9, 11, 12, 24). Allah Bapa sendiri yang menarik (draws) kita kepada Allah Putra (Yoh. 6:37, 44, 65). Ia hanya akan menyelamatkan setiap pendosa yang datang kepada-Nya melalui Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 14:6). Kita diadopsi menjadi anak-anak-Nya. Ia menjadi Bapa kita di surga (Yoh. 1:12; Rom. 8:15; Gal. 4:5; Ibr. 12:5-9).

Allah Putra

Kami beriman-percaya kalau Allah Putra, Tuhan Yesus Kristus, adalah Pribadi Kedua dari ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa”. Sama seperti halnya Allah Bapa dan Allah Roh Kudus, Ia pre-existent, co-existent, dan self-existent.

Pre-existent berarti Ia tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir. Ia sudah ”ada” dari kekekalan sampai dengan kekekalan. Sebelum dunia diciptakan, Ia sudah ”ada”. Setelah dunia kelak dimusnahkan, Ia akan tetap ”ada”. Ia tidak pernah dari “tiada” lantas menjadi “ada”. Co-existent berarti Ia selalu ”ada” dari pada mulanya, sama seperti halnya Allah Bapa dan Allah Roh Kudus (Yoh. 1:1-2). Ia sudah ”ada” sejak permulaan dari segala permulaan. Self-existent berarti Ia memang sudah ”ada” pada diri-Nya sendiri. Ia tidak dicipta dan tidak pernah dimulai. Ia tidak memiliki titik mulai dan titik akhir (Yoh. 1:1; 10:30; 14:9).

Maka tepatlah apa yang dinyatakan Rasul Yohanes dalam Injil Yohanes 1:1 tentang keilahian Tuhan Yesus Kristus: ”Pada mulanya adalah Firman [pre-existent], Firman itu bersama-sama dengan Allah [co-existent], dan Firman itu adalah Allah [self-existent]”. Tuhan Yesus Kristus adalah Alpha dan Omega; Yang Pertama dan Yang Terakhir; Yang Awal dan Yang Akhir (Why. 22:13).

Kami beriman-percaya kalau Allah Bapa menciptakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya sendiri melalui Tuhan Yesus Kristus. Segala sesuatu diciptakan melalui Tuhan Yesus Kristus, baik yang ada surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik takhta, kekuasaan, pemerintah, maupun penguasa. Segala sesuatu telah diciptakan melalui Tuhan Yesus Kristus dan untuk Tuhan Yesus Kristus. Tanpa Tuhan Yesus Kristus, segala sesuatu yang sudah ada ini tidak mungkin bisa ada (Yoh. 1:3; Kol. 1:15-17; Ibr. 1:2).

Kami beriman-percaya kalau ketika Tuhan Yesus Kristus berinkarnasi menjadi manusia, Ia dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria/ virgin birth (Mat. 1:20, 23). Sebagai Allah-yang-menjadi-manusia/God-man, Tuhan Yesus Kristus sungguh-sungguh dan benar-benar/truly fully adalah Allah dan sekaligus sungguh-sungguh dan benar-benar/truly fully adalah manusia (Yoh. 1:1-2, 14). Ketika Tuhan Yesus Kristus berinkarnasi, Ia memang mengosongkan diri-Nya sedemikian rupa. Namun, Ia tidak pernah melepaskan keilahian-Nya (Fil. 2:5-8; Kol. 2:9). Tuhan Yesus Kristus tidak pernah sekalipun berhenti menjadi Tuhan. Tuhan Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya (Ibr. 13:8).

Kami beriman-percaya kalau natur ilahi dan manusia-Nya tak-terpisahkan-dan-tak-bisa-dibedakan karena menyatu utuh dalam satu Pribadi/ indivisible oneness (Mik. 5:2; Yoh. 5:23; 14:9-10; Kol. 2:9). Karena itulah, selama hidup di dunia, Ia bisa-dan-sanggup menjalani hidup yang tak bercela dan berdosa sama sekali. Baik dengan kehendak, pikiran, perkataan, dan perbuatan-Nya, Ia sama sekali tidak pernah berdosa (Yoh. 8:46; Ibr. 4:15; 7:26; 1 Yoh. 3:5).

Kami beriman-percaya kalau Tuhan Yesus Kristus adalah Sang Jalan, Sang Kebenaran, dan Sang Hidup (Yoh. 14:6; Kis. 4:12).  Karena Ia adalah Sang Jalan, maka di luar Tuhan Yesus Kristus tidak ada jalan lain bagi manusia untuk bisa kembali kepada Allah Bapa. Ia adalah satu-satunya jalan keselamatan yang disediakan bagi umat manusia, bukan salah satu jalan. Karena Ia adalah Sang Kebenaran, maka semua yang diajarkan-Nya adalah benar adanya. Di luar Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin ada kebenaran, hanya ada tipu daya Iblis. Karena Ia adalah Sang Hidup, maka hanya Tuhan Yesus Kristus yang bisa memberikan hidup kekal (Yoh. 1:4; 3:15-16, 36; 5:26). Di luar Tuhan Yesus Kristus tidak mungkin ada kehidupan kekal, hanya ada kebinasaan kekal.

Kami beriman-percaya kalau Tuhan Yesus Kristus memang harus mati di atas kayu salib demi menyelamatkan umat-Nya, orang-orang pilihan Allah Bapa dari segala zaman, dari dosa-dosa mereka (Mat. 1:21; Kis. 13:39). Allah Bapa sendiri yang memang merencanakan dan menghendaki kematian Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib sebagai kurban penebus dosa (Yes. 53:10; Yoh. 3:16-17; Kis. 2:22-23; Fil. 2:7-8; 1 Pet. 1:19-21).

Sebagai Anak Domba Allah (Yoh. 1:29, 36), kurban penebus dosa, Tuhan Yesus Kristus memang harus mati mencurahkan darah-Nya sehingga dosa-dosa umat Allah bisa ditimpakan pada-Nya dan kebenaran-Nya bisa ditimpakan pada mereka (Yes. 53:5-6). Ia memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat. 20:28) sehingga umat Allah bisa diperdamaikan dengan Allah Bapa (Rom. 3:25; 5:8-11; Fil. 2:6-8; Kol. 1:20-22).

Tuhan Yesus Kristus harus sungguh-sungguh dan benar-benar/truly fully adalah Allah supaya Ia layak-dan-memadai untuk menjadi Anak Domba Allah, kurban penebus dosa, yang tak bercacat. Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat supaya umat-Nya dapat beribadah kepada Allah-yang-hidup. Tuhan Yesus Kristus adalah Pengantara/ mediator dari suatu perjanjian yang baru supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan (Ibr. 9:14-15; 1 Yoh. 3:5). Karena itu, pembenaran/justification umat Allah semata-mata oleh darah Tuhan Yesus Kristus sehingga mereka diselamatkan dari murka Allah (Rom. 5:9; Efe. 1:7). Mereka dibenarkan oleh kasih karunia-Nya secara cuma-cuma melalui penebusan di dalam Yesus Kristus (Yoh. 10:15; Rom. 3:24-25; 5:8; 1 Pet. 2:24).

Tuhan Yesus Kristus juga harus sungguh-sungguh dan benar-benar/truly fully adalah manusia supaya Ia layak-dan-memadai untuk mewakili umat Allah menerima penghukuman dan murka dari Allah Yang Mahaadil sebagai Adam kedua (Rom. 5:15-19; Ibr. 2:14-18). Hanya Allah-yang-menjadi-manusia yang layak-dan-memadai untuk melakukan karya penebusan dosa ini.

Tuhan Yesus Kristus harus mati supaya umat Allah bisa hidup. Ia sungguh-sungguh dan benar-benar mati dan dikuburkan (Mat. 27:57-66; Mrk. 15:42-47; Luk. 23:50-56; Yoh. 19:38-42). Pada hari yang ketiga, Tuhan Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati dengan tubuh kemuliaan-Nya (Luk. 24:13-43; Yoh. 20:19-29; 1 Kor. 15:4-8). Tuhan Yesus Kristus sungguh-sungguh dan benar-benar telah mati dibunuh secara jasmani/ being put to death in the flesh, tetapi dihidupkan di dalam Roh/made alive in the spirit (1 Pet. 3:18).

Kami beriman-percaya kalau keberhasilan karya penebusan dosa Tuhan Yesus Kristus dibuktikan dengan kebangkitan-Nya dari kubur pada hari yang ketiga  (Mat. 28:6; Luk. 24:6-7; 1 Pet. 1:3). Karena Ia hidup, maka kita juga akan hidup (Yoh. 14:19; 1 Kor. 15:14-23). Umat Allah, orang-orang pilihan Allah Bapa dari segala zaman, terlepas-dan-terbebas dari kebinasaan kekal dan murka Allah sehingga mereka bisa dibenarkan/been declared righteous di hadapan Allah; dianugerahi kehidupan kekal; dan diadopsi menjadi anak-anak Allah (Rom. 3:25; 5:8-9; 2 Kor. 5:14-15; 1 Pet. 2:24; 3:18).

Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kubur sekaligus juga untuk menegaskan keilahian-Nya dan memberikan jaminan mengenai kebangkitan tubuh bagi setiap orang yang diselamatkan-Nya (Yoh. 5:26-29; 14:19; Rom. 1:4; 4:25; 6:5-10; 1 Kor. 15:20, 23). Jika Tuhan Yesus Kristus tidak sungguh-sungguh dan benar-benar dibangkitkan dari orang mati, maka sia-sialah iman Kekristenan (1 Kor. 15:17-19). Tuhan Yesus Kristus telah diserahkan untuk mati karena dosa-dosa umat Allah dan dibangkitkan karena pembenaran/ justification mereka (Rom. 4:25).

Tuhan Yesus Kristus kemudian naik ke surga dengan tubuh kemuliaan-Nya (Kis. 1:9-10) dan saat ini duduk di sebelah kanan Allah sebagai Imam Besar dan Pembela bagi umat Allah (Rom. 8:34; Ibr. 7:25; 9:24; 1 Yoh. 2:1).

Kami beriman-percaya kalau Tuhan Yesus Kristus akan kembali untuk kedua kalinya untuk menjemput Gereja-Nya, yang adalah Tubuh-Nya (Rom. 12:5; 1 Kor. 12:13-27; Efe. 1:23, 4:12), dalam peristiwa Pengangkatan Gereja/ The Rapture (Kis. 1:9-11; 1 Kor. 15:51-53; 1 Tes. 4:13-18). Tuhan Yesus Kristus akan mendirikan Kerajaan Seribu Tahun  di atas muka bumi ini. Para orang kudus-Nya akan menjadi imam-imam Allah-dan-Kristus. Mereka akan memerintah bersama Tuhan Yesus Kristus selama seribu tahun dalam arti yang harfiah (Why. 20:4-6).

Karena Allah Bapa telah menyerahkan penghakiman kepada Allah Putra, maka Tuhan Yesus Kristus yang akan menghakimi seluruh umat manusia (Yoh. 5:22-23), yaitu:

  1. Semua manusia yang sudah diselamatkan-Nya dari segala zaman (1 Kor. 3:10-15; 2 Kor. 5:10).
  2. Semua manusia yang berdiam di bumi pada waktu kedatangan-Nya untuk yang kedua kali (Mat. 25:31-46).
  3. Semua manusia dari segala zaman yang mati di luar Kristus pada Pengadilan Takhta Putih (Why. 20:11-15).

Sebagai Perantara/ Mediator antara Allah dan manusia (1 Tim. 2:5); Kepala Gereja (Efe. 1:22; 5:23; Kol. 1:18); Raja di atas segala raja yang akan bertakhta di takhta Daud (Yes. 9:6-7; Luk. 1:31-33), maka Tuhan Yesus Kristus yang akan menjadi Sang Hakim bagi setiap orang yang tidak beriman percaya pada-Nya sebagai Tuhan, Tuan, dan Juruselamat (Mat. 25:14-46; Kis. 17:30-31).

Allah Roh Kudus

Kami beriman-percaya kalau Allah Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga dari ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa”. Sebagai Pribadi Ketiga, Allah Roh Kudus juga memiliki pikiran dan kecerdasan (1 Kor. 2:10-13); emosi (Efe. 4:30); kehendak (Kis. 13:2; 1 Kor. 12:11); dan kekekalan (Ibr. 9:14). Ia Mahahadir (Mzm. 139:7-10); Mahatahu (Yes. 40:13-14); Mahakuasa (Rom. 15:13); dan dipenuhi dengan kebenaran (Yoh. 16:13). Sama seperti halnya Allah Bapa dan Allah Putra, Ia adalah Pribadi yang ilahi sehingga Ia juga pre-existent, co-existent, dan self-existent (Mat. 28:19; Kis. 5:3-4; 28:25-26; 1 Kor. 12:4-6; 2 Kor. 13:14).

Allah Roh Kudus ikut terlibat-dan-berkarya dalam penciptaan alam semesta ini (Kej. 1:2); inkarnasi Allah Putra (Mat. 1:18); penulisan Kitab Suci (2 Pet. 1:20-21); dan karya keselamatan (Yoh. 3:5-7). Karya Roh Kudus pada zaman akhir (Ibr. 1:2; 1 Pet. 1:20) ini dimulai pada peristiwa Pentakosta, sesuai dengan apa yang dijanjikan Tuhan Yesus Kristus kepada para murid (Yoh. 14:16-17; 15:26; Kis. 1:5, 2:4). Allah Roh Kudus yang berkarya dalam membangun Gereja, yaitu Tubuh Kristus. Ia membaptis setiap orang yang sudah diselamatkan ke dalam Tubuh Kristus dan memberi mereka minum (1 Kor. 12:12-14).

Allah Roh Kudus yang berkarya dalam menginsyafkan dunia akan dosa; kebenaran; dan penghakiman (Yoh. 16:7-9). Allah Roh Kudus melahirbarukan orang-orang yang dipilih Allah Bapa (Yoh. 3:5-8; Tit. 3:5). Setelah melahirbarukan mereka, Ia akan berdiam di dalam hati mereka (Rom. 8:9).

Allah Roh Kudus adalah meterai yang digunakan Allah Bapa untuk menjamin/guarantees keselamatan umat Allah (Efe. 1:13-14). Karena itulah, siapa pun yang sudah diselamatkan, maka ia tetap akan selamat. Sekali selamat, tetap selamat. Umat Allah akan menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di surga (1 Pet. 1:4).

Allah Roh Kudus adalah Guru Ilahi yang mengubah hati-dan-pikiran umat Allah ketika mereka mempelajari-dan-mendalami Firman Tuhan (Neh. 9:20; 1 Kor. 2:9-12; 2 Pet. 1:19-21; 1 Yoh. 2:27). Ia yang akan mengubah setiap orang yang diselamatkan untuk menjadi serupa dengan gambaran Kristus (Rom. 8:29; 2 Kor. 3:18; Efe. 2:22). Karena itu, setiap orang yang sudah dilahirbarukan/diselamatkan, maka ia akan langsung dipenuhi/to be filled with dan dikuasai/controlled oleh Allah Roh Kudus (Yoh. 16:13; Rom. 8:9; Efe. 5:18; 1 Yoh. 2:20, 27). Allah Roh Kudus yang akan menguduskan, memerintahkan, menguatkan, dan memeteraikan mereka  (Rom. 8:9; 2 Kor. 3:6; Efe. 1:13).

Untuk membangun Tubuh Kristus (1 Kor. 14:12, 26) dan untuk kepentingan bersama (1 Kor. 12:7), maka Allah Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh yang berbeda-beda pada umat Allah (1 Kor. 12:11). Karunia-karunia Roh ini diberikan untuk memperlengkapi/ to equip mereka bagi pekerjaan pelayanan (Efe. 4:12). Karunia-karunia Roh ini diberikan semata-mata untuk meninggikan Kristus dan untuk menumbuhkan imannya orang-orang kudus (Yoh. 16:13-14; Kis. 1:8; 1 Kor. 12:4-11; 2 Kor. 3:18; Efe. 4:11-13).

Malaikat dan Iblis

Kami beriman-percaya kalau para malaikat diciptakan ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” sebagai pelayan dan pembawa pesan bagi-Nya. Mereka diciptakan untuk melayani, memuji, dan menyembah-Nya (Neh. 9:6; Mzm. 148:2; Luk. 2:9-14; Ibr. 1:6-7, 14; 2:6-7; Why. 5:11-14). Karena hanya berupa ciptaan, para malaikat sama sekali tidak boleh ditinggikan, disembah, dan dimuliakan umat Allah (Why. 19:10; 22:9).

Iblis/Satan adalah malaikat yang terjatuh ke dalam dosa karena memberontak melawan Allah (Yes. 14:12-17; Yeh. 28:11-19). Para malaikat yang ikut terlibat dalam pemberontakan Iblis/Satan inilah yang kemudian menjadi para setan/the demons (Mat. 25:41; Why. 12:1-14). Selain disebut sebagai the demons, mereka juga disebut sebagai setan/spirits (Mat. 8:16), roh-roh jahat/evil spirits (Luk. 7:21) dan roh-roh najis/ unclean spirit (Mat. 10:1).

Karena para setan ini tadinya adalah malaikat, mereka memiliki kuasa dan kekuatan yang jauh melebihi manusia. Mereka bisa-dan-sanggup untuk merasuk manusia dan binatang (Mrk. 5:1-16); menyerang fisik manusia (Mrk. 9:17, 22); meneror manusia (Kis. 19:13-16; 2 Kor. 12:7); menyesatkan manusia dengan menciptakan berbagai agama-dan-allah palsu (1 Kor. 10:20-21); menyesatkan manusia dengan berbagai doktrin palsu (1 Tim. 4:1); membuat berbagai perbuatan ajaib dan tanda palsu (2 Tes. 2:9; Why. 16:13-14); dan bahkan bisa menyesatkan para nabi (1 Raj. 22:19-23). Mereka jelas punya kuasa yang jauh melebihi manusia sehingga manusia tidak berdaya di hadapannya. Manusia yang sudah dilepaskan dari kerasukan bahkan bisa kembali dirasuki oleh setan (Mat. 12:43-45).

Manusia yang kerasukan setan pasti akan memiliki salah satu, atau semua sekaligus, dari tanda-tanda berikut ini: penuh dengan kekejaman dan kekerasan (Mat. 8:28, Kis. 19:16); tiba-tiba menjadi bisu (Mat. 9:32-33; Mrk. 9:17); tiba-tiba menderita ayan/epilepsi (Mat. 17:15; Mrk. 9:18,20); tiba-tiba suka berteriak-teriak (Mrk. 1:23-26; 5:5); tiba-tiba memiliki kekuatan yang tidak normal (Mrk. 5:4); tiba-tiba suka menyiksa diri sendiri (Mrk. 5:5); tiba-tiba suka telanjang (Mrk. 5:15); memiliki keganjilan yang jelas pada tampak fisiknya (Luk. 13:10-13); dan bisa menenung/ meramal (Kis. 16:16).

Iblis adalah musuh utama Allah dan umat Allah. Para setan adalah pelayan Iblis dalam melakukan segala kejahatan. Nasib mereka sudah ditetapkan-dan-dipastikan akan dihukum dalam lautan api-dan-belerang untuk disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya (Mat. 25:41; Why. 20:10).

Manusia

Kami beriman-percaya kalau manusia secara langsung/directly dan dalam sekejap/immediately diciptakan ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” menurut gambar dan rupa-Nya ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” (Kej. 1:26-27; Yak. 3:9). Dari satu orang saja, Adam, Allah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi ini (Kis. 17:26). Karena itu, teori evolusi dan yang sejenisnya bertentangan langsung dengan kebenaran Alkitab. Manusia pertama diciptakan baik adanya tanpa tercemari oleh kuasa dosa sama sekali (Kej. 2:7, 15-25). ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” menciptakan manusia supaya mereka bisa memuliakan-Nya; menikmati persekutuan yang intim dengan-Nya; dan melakukan kehendak-Nya (Yes. 43:7; Kol. 1:16; Why. 4:11).

Karena Adam terjatuh ke dalam dosa (Kej. 3:1-24; Rom. 5:12; 1 Tim. 2:13-14), maka seluruh umat manusia mewarisi natur berdosa sehingga manusia senantiasa memilih untuk berdosa dan tidak-bisa-tidak berdosa (Rom. 3:23; 5:12). Kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kej. 6:5; 8:21). Hatinya begitu licik, lebih licik dari pada segala sesuatu. Hatinya sudah membatu (Yer. 17:9).

Karena itu, setiap manusia pasti pernah berbuat dosa (Pkh. 7:20). Semua manusia berdosa di hadapan ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa”, bahkan sejak mereka masih berada di dalam kandungan (Mzm. 51:5). Tak seorang pun yang benar di hadapan-Nya. Seorang pun tidak (Mzm. 14:1-3; Yer. 17:9; Rom. 3:9-18, 23; 5:10-12).

Semua dosa merupakan usaha manusia dalam melawan-dan-menentang Allah sehingga maut menjadi upah bagi mereka (Rom. 6:23). Manusia tidak mau/unwilling dan tidak bisa/unable memulihkan kembali kondisinya yang sudah terjatuh ke dalam kuasa dosa ini. Mereka bahkan tidak sadar kalau mereka sudah mati, dimurkai Allah, dan sedang berjalan menuju kebinasaan kekal (Efe. 2:1-5, 12). Karena itu, keselamatan/salvation manusia seutuhnya-dan-sepenuhnya tergantung pada karya penebusan Tuhan Yesus Kristus (Rom. 3:23-24; 6:23; Efe. 2:1-10).

Keselamatan/Salvation

Kami beriman-percaya kalau keselamatan diberikan-dan-dianugerahkan oleh ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” secara sepihak/unilateral dan tak bersyarat/unconditional. Itulah sebabnya mengapa keselamatan disebut anugerah karena keselamatan tidak bisa dikejar dan diraih. Keselamatan hanya bisa-dan-mungkin diterima seseorang semata-mata hanya oleh-anugerah-melalui-iman saja/by-grace-through-faith. Keselamatan tidak dianugerahkan karena pembaptisan ataupun perbuatan baik/amal ibadahnya seseorang (Efe. 2:8-10). Bukan karena baik seseorang diselamatkan (Tit. 3:5). Namun karena sudah diselamatkan, seseorang mau-dan-bisa berbuat baik (1 Kor. 6:19-20; Efe. 2:10; Fil. 2:13; Tit. 2:7, 14; 3:1, 8). Bukan karena kudus seseorang diselamatkan. Namun karena sudah diselamatkan, seseorang mau-dan-bisa mengejar kekudusan (Yoh. 17:17, 19; Rom. 6:1-22; 1 Tes. 4:3-4, 7; 5:23).

Barangsiapa mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya di dalam hati bahwa Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan. Dengan hati, orang menjadi percaya sehingga beroleh kebenaran. Dengan mulut, orang mengaku sehingga beroleh keselamatan (Rom. 10:9-10).

Karya keselamatan sepenuhnya-dan-seluruhnya merupakan karya ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa”. Kontribusi manusia terhadap keselamatannya adalah 0%. Allah Bapa memilih, Allah Putra menebus, dan Allah Roh Kudus menyucikan (1 Pet. 1:2). Allah Bapa yang memilih siapa-siapa saja yang akan diselamatkan dan memberikannya kepada Allah Putra (Rom. 8:28-30; Efe. 1:4-5). Hanya milik Allah Bapa yang akan datang kepada Allah Putra (Yoh. 6:44, 65; 17:2, 6, 9, 11, 12, 24). Allah Roh Kudus yang menginsafkan manusia dan kemudian membawanya pada Allah Putra (Yoh. 16:8-15). Allah Putra menebus dosanya dan memperdamaikannya dengan Allah Bapa (Rom. 3:25; 5:8-11; Fil. 2:6-8; Kol. 1:20-22).

Keselamatan bagi setiap orang yang sudah dilahirbarukan oleh Allah Roh Kudus (Yoh. 3:3-7; Tit. 3:5), yang dipilih Allah Bapa untuk diberikan kepada Allah Putra, bersifat permanen dan tidak-bisa-dibatalkan/irrevocable. Sekali selamat, tetap selamat. Karena mereka sudah dibenarkan di hadapan Allah, mereka menjadi orang-orang kudus (Kis. 20:32; 1 Kor. 1:2, 30; 6:11; 2 Tes. 2:13; Ibr. 2:11; 3:1; 10:10, 14; 13:12; 1 Pet. 1:2).

Orang-orang kudus yang dianugerahi hidup kekal adalah mereka yang mengenal Allah Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Tuhan Yesus Kristus yang telah diutus-Nya (Yoh. 17:3). Dari semula, orang-orang kudus ini telah ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Tuhan Yesus Kristus (Rom. 8:29). Menjadi serupa dengan-Nya menjadi tujuan hidup mereka (2 Kor. 3:18).

Walaupun sudah berstatus sebagai orang kudus, ia tetap senantiasa akan bergumul dengan dosa-dosanya. Ia akan berusaha untuk mematikan dosanya (Rom. 6:15-22; 13:13-14; Gal. 5:13, 18-26; Tit. 2:11-14) dan mengejar kekudusan (1 Pet. 1:15-16; 1 Tes. 4:7; Ibr. 12:14) sehingga hidupnya semakin hari akan semakin kudus (Yoh. 17:17, 19; Rom. 6:1-22; 1 Tes. 4:3-4; 5:23). Semakin kudus hidupnya, maka ia akan semakin serupa dengan gambaran Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, orang yang sungguh-sungguh sudah diselamatkan akan dibuktikan dengan adanya pertobatan-yang-sejati (Luk. 13:3; Kis. 2:38; 3:19; 11:18; Rom. 2:4; 2 Kor. 7:10; Yes. 55:6-7) dan perbuatan baik dalam hidupnya (1 Kor. 6:19-20; Efe. 2:10; Fil. 2:13; Tit. 2:7, 14; 3:1, 8). Ia akan tunduk-dan-taat melakukan firman Tuhan (Efe. 5:17-21; Fil. 2:12b; Kol. 3:16; 2 Pet. 1:4-10). Ia adalah pelaku Firman, bukan pendengar Firman (Yak. 1:22; 2:14-26; Tit. 1:16).

”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” sendiri yang akan menjaga-dan-memelihara iman orang-orang kudus (Fil. 1:6, 29; 1 Kor. 3:6-7; Ibr. 12:2; Yud 1:24) hingga tiba masa mereka untuk dipermuliakan/be glorified bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus (Rom. 8:17; 2 Pet. 1:4; 1 Yoh. 3:2-3). Karena itu, tak seorang pun yang bisa memisahkan mereka dari kasih Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 6:37-40; 10:27-30; Rom. 5:9-10; 8:1, 31-39; 1 Kor. 1:4-9; Ibr. 7:25; 1 Pet. 1:5; Yud. 1:24).

Bukan mereka yang memilih Tuhan, namun Tuhan yang memilih mereka (Yoh. 15:16, 19; Efe. 1:4). Bukan mereka yang mencari Tuhan, namun Tuhan yang mencari mereka (Mat. 18:12-14; Luk. 15:1-7). Karena itu, setiap orang kudus akan dipelihara dalam kekuatan Allah karena imannya sementara ia menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir (1 Pet. 1:5). Sekali selamat, tetap selamat.

Gereja

Kami beriman-percaya kalau Gereja; Tubuh Kristus (Rom. 12:5; 1 Kor. 12:13-27; Efe. 1:23, 4:12); Mempelai Perempuan Kristus (2 Kor. 11:2; Efe. 5:23-32; Why. 19:7-8) adalah persekutuan orang-orang kudus. Tuhan Yesus Kristus sendiri yang menjadi Kepala Gereja (Efe. 1:22; 4:15; Kol. 1:18). Para penilik/penatua/overseers/elders (Kis. 20:28; Efe. 4:11) yang membantu menggembalakan jemaat Allah. Para diaken/deacons (Kis. 6:1-5; 1 Tim. 3:8-13) yang membantu ”melayani meja”/diakonia. Mereka memimpin dan melayani di Gereja sebagai hamba-hamba Kristus (1 Tim. 5:17-22; 1 Pet. 5:2-3) dan memiliki otoritas dalam menggembalakan Gereja. Jemaat harus taat-dan-tunduk pada kepemimpinan mereka karena mereka yang menjaga jiwa para jemaat dan harus memberi pertanggungjawaban atasnya (Ibr. 13:7, 17).

Misi utama Gereja adalah untuk melaksanakan Amanat Agung. Adalah tugas-dan-tanggung jawab bagi setiap orang kudus untuk bersaksi, baik dengan perkataan maupun perbuatannya, mengenai kebenaran firman Tuhan. Injil anugerah Allah hendaklah diberitakan ke seluruh penjuru dunia (Mat. 28:19-20; Kis. 1:8; 2 Kor. 5:19-20).

Gereja juga diperintahkan untuk mengadakan Perjamuan Tuhan/memecahkan roti untuk mengingat kematian dan pengurbanan Tuhan Yesus Kristus (Luk. 22:19; 1 Kor. 11:23-26). Dalam Perjamuan Tuhan, roti yang dimakan tidak berubah menjadi tubuh Tuhan Yesus Kristus secara harfiah. Cawan yang diminum juga tidak berubah menjadi darah Tuhan Yesus Kristus secara harfiah. Perjamuan Tuhan adalah cara orang kudus untuk mengingat dan memberitakan kematian Tuhan Yesus Kristus sampai Ia datang kembali (1. Kor. 11:23-26).

Hal-hal yang akan Terjadi

Kami beriman-percaya kalau setiap orang yang meninggal di dalam Kristus maka rohnya akan langsung bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus (Luk. 23:43; Kis. 7:59; Fil. 1:21-24; 2 Kor. 5:8; 1 Tes. 4:13-14). Roh dan tubuh mereka akan terpisah sampai peristiwa Pengangkatan Gereja/the Rapture kelak berlangsung (1 Tes. 4:13-17), yaitu kebangkitan tubuh yang pertama (Why. 20:4-6). Mereka yang sudah meninggal di dalam Kristus yang akan dibangkitkan terlebih dahulu dan diberi tubuh kemuliaan/surgawi. Mereka akan dimuliakan/be glorified untuk selama-lamanya bersama dengan Tuhan Yesus Kristus (Fil. 3:21; 1 Kor. 15:35-44, 50-54). Sampai peristiwa Pengangkatan Gereja terjadi, maka roh orang-orang kudus ini sedang menikmati persekutuan yang intim bersama dengan Tuhan Yesus Kristus (2 Kor. 5:8; 1 Tes. 4:13-14).

Sementara itu, setiap orang yang meninggal di luar Kristus maka rohnya akan disimpan hingga peristiwa kebangkitan yang kedua. Mereka akan dibangkitkan untuk dihukum (Luk. 16:19-26; Yoh. 5:28-29; Why. 20:13-15). Mereka akan diberi tubuh kebinasaan untuk diperhadapkan di Pengadilan Takhta Putih untuk masing-masing dihakimi menurut perbuatannya (Why. 20:11-15). Setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan akan dilemparkan ke dalam neraka; lautan api; siksaan yang kekal; api yang kekal (Mat. 25:41-46; Why. 20:14-15). Mereka akan terpisah dari ”Allah Tritunggal Yang Maha Esa” untuk selama-lamanya. Mereka akan mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal (Dan. 12:2; Mat. 25:41-46; 2 Tes. 1:7-9).

Baik mereka yang diselamatkan maupun yang dibiarkan binasa sama-sama akan diberi tubuh rohani (1 Kor. 15:44). Mereka yang diselamatkan akan diberi tubuh kemuliaan untuk menikmati hidup kekal (Yoh. 6:39; Rom. 8:10-11, 19-23; 2 Kor. 4:14) di Yerusalem Baru, yang berada di langit-dan-bumi yang baru (Why. pasal 21-22). Sementara itu, mereka yang dibiarkan binasa akan diberi tubuh kebinasaan untuk disiksa dan dihukum untuk selama-lamanya (Dan. 12:2; Yoh. 5:29; Why. 20:13-15).