Jangan Menyerah

10 Februari 2012
Artikel oleh Jon Bloom
Staf penulis, desiringGod.org

”Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus…” –Why. 14:12.

Kita semua mendambakan kelegaan dari penatnya kehidupan ini. Allah menaruh sebuah hasrat akan kelegaan di dalamnya jiwa kita dan berjanji untuk memenuhinya: ”Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas” (Yer. 31:25). 

Kelegaan yang Kita Dapatkan “Sekarang” Dan yang “Belum” Kita Dapatkan

Dengan cara yang sangat nyata, Yesus memberikan kelegaan kepada ”semua yang letih lesu dan berbeban berat” dan yang datang kepada-Nya (Mat. 11:28). Namun, pada zaman ini, kita tidak dapat menemukan kelegaan-yang-sepenuhnya.

Pada zaman ini, Yesus mengaruniakan Injil kepada kita untuk mengakhiri segala usaha perbuatan amal-ibadahnya kita yang mustahil dalam menebus dosanya kita sendiri (2 Kor. 5:21). Namun, pada saat menerima Injil, kita juga direkrut ke dalam sebuah perang — perang untuk tetap percaya Injil dan perang untuk terus membagikannya kepada orang lain. Pada zaman ini, kita ”berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu” pada zaman yang akan datang (Ibr. 4:11).

Perang itu memang melelahkan — terutama perang yang berkepanjangan. Itulah sebabnya mengapa Anda sering merasa lelah. Banyak prajurit, yang mengalami ganasnya pertempuran, ingin berhenti. Itulah sebabnya Anda tergoda untuk melarikan diri. Itulah sebabnya Anda tergoda untuk menyerah.

Jangan Menyerah

Namun, janganlah menyerah. Sebaliknya, ”… kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” (2 Taw. 15:7).

Janganlah menyerah ketika dosa yang terasa akrab itu, yang masih meringkuk di depan pintu hatinya Anda setelah bertahun-tahun, kembali menerkam dengan godaannya.

”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Kor. 10:13).

Janganlah menyerah ketika Anda merasakan adanya keletihan jiwa yang mendalam yang timbul dari pertempuran panjang melawan kelemahan yang terus menerus ada.

”’…Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Kor. 12:9).

Janganlah menyerah ketika berbagai doa yang sudah lama dipanjatkan belum juga dijawab-jawab Tuhan.

”Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (Luk. 18:1).

Janganlah menyerah ketika panah keragu-raguan Iblis yang menyala-nyala mengenai Anda dan membuat Anda terhuyung-huyung.

”Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat… dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat” (Efe. 6:13,16). 

Janganlah menyerah ketika dampak yang merembet dari berbagai tekanan muncul tiada henti-hentinya.

”Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa” (2 Kor. 6:4-5).

Janganlah menyerah ketika ladang yang telah dipercayakan Tuhan merupakan ladang yang sulit dan hasil panennya tidak terlihat menjanjikan.

”Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Gal. 6:9).

Janganlah menyerah ketika Anda bersusah payah dalam situasi yang tidak jelas dan bertanya-tanya seberapa penting hal tersebut.

”…Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat. 6:4).

Janganlah menyerah ketika reputasi Anda menjadi hancur karena mencoba untuk setia kepada Yesus.

”Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (Mat. 5:11).

Janganlah menyerah ketika menanti-nantikan Allah itu seakan tiada berkesudahan.

”Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yes. 40:30-31).

Janganlah menyerah ketika Anda terjatuh dalam dosa. Janganlah berkubang di dalamnya. Bertobatlah (lagi), alihkanlah pandangan Anda (lagi), dan arahkanlah pandangannya Anda pada Yesus (lagi). Bangkit dan kembalilah berjuang.

”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh. 1:9). ”Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya” (2 Tim. 2:13).

Pengharapan-dan-Pertolongan dalam Kesukaran

Hidup dengan iman dalam ”segala sesuatu yang tidak kita lihat” itu memang sukar (Ibr. 11:1). Yesus mengingatkan kita kalau ”sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Mat. 7:14). Namun, jalannya memang selalu sukar. Anda tidak sendirian menghadapi kesukaran itu. Anda dikelilingi oleh banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, yang telah melewati jalan tersebut sebelum Anda kini melewatinya (Ibr. 12:1). Banyak yang lebih menderita dan bisa tetap setia. Ingatlah mereka dan teladanilah imannya mereka (Ibr. 13:7).

Yang paling terutama, ingatlah akan Yesus Kristus (2 Tim. 2:8). Yesus tahu jerih payahnya Anda (Why. 2:2). Dia memahami pertempurannya Anda (Ibr 12:3). Kasih karunia-Nya akan diberikan pada saat Anda membutuhkan (Ibr. 4:16). Kasih karunia-Nya akan memadai bagi Anda. Bahkan pada saat-saat yang paling buruk (2 Kor. 12:9).

Jadi, pandanglah Yesus (Ibr. 12:2), ”bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar” (1 Tim. 6:12), dan akhirilah pertandingan yang baik (2 Tim. 4:7). Ketika Anda telah melakukan kehendak Allah, maka Anda akan menerima apa yang dijanjikan, yaitu upah-Nya yang besar-dan-kekal (Ibr. 10:35-36). Dibandingkan dengan kekekalan, kesukaran hidup ini tidak akan berlangsung lama. ”Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21:19).

Janganlah menyerah.

***

Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul 'Don't Give Up.'

You may also like...

Tinggalkan Balasan