Apakah Allah Berbohong?
Apakah Allah Berbohong? Jawaban singkatnya: Tidak. Allah bisa dipercaya. Namun, jangan main-main dengan-Nya. Jangan sembrono dengan kebenaran. Jangan ”suka kejahatan” dan ”tidak percaya akan kebenaran”.
Jalan, Kebenaran, Hidup Ministries
Apakah Allah Berbohong? Jawaban singkatnya: Tidak. Allah bisa dipercaya. Namun, jangan main-main dengan-Nya. Jangan sembrono dengan kebenaran. Jangan ”suka kejahatan” dan ”tidak percaya akan kebenaran”.
Banyak pengalaman yang membuat kita bingung saat mengikuti Yesus yang terasa jauh lebih menyakitkan-dan-membingungkan ketimbang urusan membasuh kaki. Faktanya adalah: ”Kita sering tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan Allah sekarang.” Kebenaran yang krusial adalah: ”Kita tidak perlu tahu apa yang dilakukan Allah sekarang untuk mengikuti Dia dalam iman.”
Di tengah banyaknya basa-basi dan berbagai hal manis yang berlebihan, bagaimana kita bisa— ketika seorang teman bertanya kepada saya tempo hari—memercayai kata-kata indah yang keluar dari mulut-Nya Sang Juruselamat kita? Jawaban yang saya harapkan sudah saya siapkan pada hari itu adalah: ”Yesus menyatakan kasih-Nya dari tempat yang lebih tinggi.
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya – Maz. 116:12-14. Renungan dikutip dari Future Grace, halaman 37–38
T: Beberapa tahun yang lalu, saya beriman percaya pada Kristus. Saya dibaptis dan menerima Roh Kudus. Allah melepaskan saya dari [kecanduan] merokok dan minum-minum. Beberapa tahun kemudian, saya meninggalkan Allah dan kembali pada kecanduan lamanya saya. Apakah Dia masih akan menyelamatkan saya ataukah saya sudah menjadi orang yang terkutuk?
Mengapa kita perlu mengerjakan keselamatan kita kalau perbuatan baiknya kita tidak menyelamatkan?
”Tuan-dan-Juruselamat” menjadi semacam seruan populer yang dipakai kaum injili pada generasi terakhir ini dengan alasan yang baik. Bisakah orang yang benar-benar lahir baru menerima Yesus sebagai Juruselamat, tetapi menolak-Nya sebagai Tuan? Mungkinkah Anda berdoa, maju ke depan, menuliskan komitmennya Anda, dan menerima-Nya sebagai Juruselamat, tetapi menolak ke-Tuan-an Yesus?
Jika ada orang yang memiliki satu alasan untuk merasa takut, itu adalah Daud. Ketika sedang tidak berperang dengan bangsa lain, ia malah diburu oleh bangsanya sendiri. Nyawanya hampir selalu berada dalam bahaya. Kitab Mazmur dipenuhi dengan kesaksian tentang berbagai ancaman yang dihadapi Daud hari lepas hari.
Selama bertahun-tahun, ketika saya berdoa untuk hati saya sendiri, saya telah mengumpulkan tujuh K yang menurut saya berguna. Mungkin Anda juga akan merasa terbantu dengan ketujuh K ini. Ketujuh cara ini hanyalah sekadar sebuah saran. Allah mungkin menuntun Anda untuk berdoa dengan cara lain. Namun, bagaimanapun cara Allah mengajar kita, apa pun cara yang berguna bagi kita, semoga Allah membuat kita semua bertumbuh dalam iman hingga kita ”tetap berdoa” (1 Tes. 5:17) ”dengan tidak jemu-jemu” (Luk. 18:1).
Kami mendapat 40 pertanyaan di inbox mengenai Kitab Kisah Para Rasul 2:38. Pada dasarnya, ada sejumlah pendengar yang menanyakan, “Apakah kita diselamatkan setelah, sebelum, atau ketika berlangsungnya baptisan air?”