Tanyakan Apa Saja Pada Alkitab:
Jawaban, betapa pun mulianya, bukanlah pengharapan terakhirnya kita. Harapan terakhirnya kita adalah Kristus. Ketika pengetahuan kita goyah, hendaknya persekutuan kita dengan Kristus tidak perlu ikut-ikutan goyah.
Jalan, Kebenaran, Hidup Ministries
Jawaban, betapa pun mulianya, bukanlah pengharapan terakhirnya kita. Harapan terakhirnya kita adalah Kristus. Ketika pengetahuan kita goyah, hendaknya persekutuan kita dengan Kristus tidak perlu ikut-ikutan goyah.
Karena ”yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai” (1 Kor. 4:2), adalah bijak bagi kita untuk menguji seberapa setia kita dalam menatalayani berbagai talenta yang terkait kelemahan kita. Jadi, seberapa baik Anda berinvestasi pada kelemahan yang telah diberikan pada Anda?
saya bergumul dengan doktrin di balik gagasan bahwa Anda cukup ”mengucapkan doa tertentu”, maka Anda sudah diselamatkan. Ketika seseorang mengatakan siap untuk menerima Kristus, bagaimana Anda menuntun mereka?
Sebagai orang Kristen, kita dapat memandang produktivitas dengan cara yang terbaik-dan-tertinggi. Kita bisa termotivasi untuk hidup bagi kebaikannya orang lain dan kemuliaan-Nya Allah serta mengatur hidup kita untuk melakukan hal ini.
Jika saja kita dapat melihat air laut yang dibendung Allah untuk membebaskan kita dari kuasa dosa, berapa besar kemungkinan kita untuk berhenti sejenak dan bernyanyi tentang keagungan-Nya?
Ada terlalu banyak kisah mengenai orang-orang yang karena disorientasi spasial rohaninya telah membuat mereka mengalami kecelakaan yang tragis karena mereka tidak mengandalkan peralatan navigasinya. Ketika Anda sedang mengalami disorientasi dan kebingungan, ingatlah untuk selalu terbang dengan mengandalkan peralatan navigasi.
setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik”. Jika Anda berbuah, maka Anda adalah pohon yang baik. Bukan sebaliknya. Kita tidak diselamatkan oleh buah-yang-baik. Buah-yang-baik menunjukkan bahwa kita adalah pohon-iman-yang-baik di dalam Yesus.
”Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mar. 9:24). Kita semua masing-masing bertempur di medan pertempuran yang unik dalam melawan musuh ini karena kita semua memiliki pengalaman yang unik dan temperamen yang unik sehingga kita rapuh terhadap bentuk rasa-tidak-percaya tertentu.
Saya menganggap Maria Magdalena adalah pengikut Yesus, yang tercatat dalam Perjanjian Baru (PB), yang paling salah dipahami dan salah digambarkan oleh sejarah. Ada hal-hal yang lebih indah untuk dilihat dalam bagian Alkitab yang berbicara mengenai Maria Magdalena ketimbang semua buku yang telah ditulis selama berabad-abad yang isinya hanyalah berupa spekulasi yang menyimpang dan kesalahan yang konyol. Maria Magdalena adalah gambaran yang indah mengenai kasih karunia-Nya Allah yang begitu luar biasa, yang telah dianugerahi pada orang-orang yang tidak pantas, seperti kita semua.
Orangtua memiliki banyak pengaruh terhadap hidupnya kita, tetapi tentunya tidak akan pernah melebihi pengaruh-Nya Allah. Seperti apa pun orangtuanya Saudara – saleh atau tidak; bijaksana atau tidak; baik hati atau tidak – Saudara dapat berdamai dengan masa lalunya Saudara. Setelah memahami kesalahan mereka, hargailah anugerah Allah yang bisa mencegah kita melakukan kesalahan yang sama dan terjatuh ke dalam kegagalan yang sama.