Mengikut Allah Dalam Mengunjungi Mereka yang Kesepian dan Terluka
Setiap hari, kita mungkin berjalan melewati orang-orang yang bisa mengucapkan kata-kata yang sama seperti yang saya dengar di panti asuhan: ”Tidak ada yang pernah berkunjung.” Saat kita mengunjungi mereka yang terluka, secara konsisten meniru Bapa kita dan memberitakan firman-Nya, maka tujuan kita bukan hanya untuk membuat mereka berkata, ”Seseorang akhirnya mengunjungi saya,” melainkan juga untuk meninggalkan mereka dengan perasaan kudus bahwa (melalui kita) Allah sendiri telah mengunjungi mereka.