BAB1
Apa yang Alkitab Ajarkan
Argumen 15:
Manusia tidak mungkin bisa beriman percaya kepada Injil. Karena itu, semua usahanya tidak mungkin bisa menyelamatkannya.
Di Injil Yohanes 6:44, Kristus berkata: ”Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku…”. Pernyataan ini menutup ruang sama sekali bagi keberadaan ”kehendak-bebas”. Tuhan kita kemudian menjelaskan lebih lanjut frasa ”ditarik oleh Bapa”: ”…setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku (Yoh. 6:45). Kehendak manusia, pada dirinya sendiri, tidak berkuasa untuk melakukan apa pun yang bisa membuatnya datang kepada Kristus untuk diselamatkan. Setiap kata dalam pemberitaan Injil tidak akan berarti apa-apa, kecuali Bapa sendiri yang berbicara pada hati kita dan menarik kita kepada Kristus. Erasmus ingin mengutak-atik pernyataan yang sudah begitu jelas ini dengan mengumpamakan manusia seperti domba yang memberi respon terhadap gembalanya yang menyodorkan ranting kepadanya. Erasmus bersikeras harus ada sesuatu dalam diri manusia yang bisa memberi respon terhadap Injil. Namun, pemikiran ini tidak mungkin benar. Ketika Allah dengan jelas menyatakan Anak-Nya di hadapan orang fasik, mereka tetap tidak memberi respon hingga Ia berkarya dalam hati mereka. Memang, tanpa karya Bapa di dalam hati mereka, manusia hanya akan menganiaya Anak-Nya ketimbang mengikuti-Nya. Namun, ketika Bapa menyatakan kepada orang yang Ia celikkan matanya betapa agungnya Anak-nya, barulah mereka ditarik pada Kristus. Mereka sejak awal merupakan domba-Nya sehingga mereka mengenal suara gembalanya.