BAB1
Apa yang Alkitab Ajarkan
Argumen 14:
”Kehendak-bebas” itu sia-sia karena keselamatan hanya dianugerahi melalui Kristus saja.
Sudah jelas dinyatakan di Injil Yohanes 14:6 bahwa Yesus adalah ”Sang Jalan, Sang Kebenaran, dan Sang Hidup”. Ini berarti, keselamatan hanya bisa melalui Yesus Kristus. Segala sesuatu yang berada di luar Kristus hanyalah kegelapan, kebohongan, dan kematian. Mengapa Kristus harus datang ke dunia kalau manusia secara alami bisa memahami jalan menuju Allah, mengetahui kebenaran Allah, dan meraih hidup kekal?
Lawan-lawan kami menyatakan kalau orang jahat sekalipun memiliki ”kehendak-bebas” walaupun mereka mungkin sedang menyalahgunakannya. Jika memang benar demikian, berarti ada sesuatu yang baik dalam diri manusia yang jahat. Jika memang benar demikian, maka Allah bertindak tidak adil dengan menghukum mereka. Namun, Yohanes menyatakan kalau mereka yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sudah berada di bawah hukuman-Nya (Yoh. 3:18). Jika manusia memang memiliki ”kehendak-bebas”, Yohanes seharusnya menyatakan kalau mereka dihukum karena bagian jahatnya saja, bukan karena bagian baik dalam diri mereka. Kitab Suci menyatakan: ”…barangsiapa tidak percaya kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yoh. 3:36). Ini berarti mencakup manusia secara keseluruhan. Jika tidak benar seperti demikian, maka ada bagian dalam diri manusia yang bisa mencegahnya dihukum Allah. Tanpa perlu merasa takut, dia boleh merasa aman untuk terus berdosa karena tahu tidak akan dihukum.
Juga, kita membaca di Injil Yohanes 3:27 bahwa ”tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga”. Ini secara khusus terkait perihal kesanggupan manusia dalam melakukan kehendak Allah. Hanya yang datang dari surga yang bisa membantu manusia melakukan kehendak Allah. Namun, ”kehendak-bebas” tidak berasal dari surga. Karena itu, ”kehendak-bebas” tidak berguna sama sekali.
Di Injil Yohanes 3:31, Yohanes menyatakan: ”…Siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari surga adalah di atas semuanya”. Jelas, ”kehendak-bebas” tidak berasal dari surga. Jelas, ”kehendak-bebas” berasal dari bumi. Karena itu, ”kehendak-bebas” tidak mungkin terkait dengan urusan surga; hanya mungkin terkait dengan urusan bumi. Di Injil Yohanes 8:23, Kristus berkata: ”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas. Kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini”. Jika pernyataan ini hanya terkait dengan tubuh fisik semata, pernyataan ini tidak berarti karena mereka sudah memahaminya. Namun, Kristus di bagian ini bermaksud menyatakan kalau mereka tidak memiliki kuasa spiritual apa pun yang bisa membantu mereka. Hanya kuasa yang berasal dari Allah yang bisa membantu mereka.