20 Agustus 2013
Artikel oleh John Piper
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org
Hai, orang Kristen, bagaimana Anda tahu bahwa Anda tetap adalah orang percaya saat terbangun esok pagi? Akankah Anda terus beriman percaya sampai kelak bertemu Yesus?
Jawaban alkitabiahnya adalah: Allah yang akan mengaturnya.
Apakah Anda bisa menerima kebenaran tersebut? Apakah kebenaran ini membuat Anda gelisah? Bisakah Anda mengakui bahwa hal tersebut memang sangat bergantung pada Allah? Saya berharap kebenaran ini menjadi sesuatu yang menyenangkan hati Anda dan menjadi nyanyian pujian Anda. Ada dampak yang sangat besar ketika mempercayai kebenaran ini. Perkenankan firman Tuhan yang membentuk pikiran Anda di atas kebenaran tersebut.
Kita Harus Bertahan
Pada dasarnya, kata ”harus” bukan merupakan suatu kata yang injili. Secara alami, kata ini terasa mengancam dan membebani. Namun, kata ini tidak dengan sendirinya muncul di dalam Alkitab. Frasa “kita harus” muncul bersamaan dengan ”Dia akan” dan ”kita akan”. Frasa ”kita harus” berubah menjadi ”kita akan” karena “Allah akan”.
”Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat” (Mar. 13:13).
”Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita” (2 Tim. 2:12).
”Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu… Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya,… kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya” (1 Kor. 15:1-2).
Allah Akan Menjaga Anda
Bertekun dalam iman bukan hanya karena kita mengaku percaya untuk pertama kalinya seperti halnya ketika seseorang divaksin untuk pertama kalinya. Ketekunan iman terjadi karena dokter hebat melakukan kontrol yang rutin setiap hari. Kita tetap percaya kepada Kristus bukan karena antibodi yang dihasilkan oleh pertobatan kita, melainkan karena Allah yang memelihara hidup-dan-iman kita setiap hari.
”Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya” (Yud. 1:24).
”Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Fil. 1:6).
”Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku” (Yer. 32:40).
”Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya,… Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia” (1 Kor. 1:8-9).
Kita Akan Bertahan
Karena Allah yang mengaturnya, kita akan — tidak hanya harus — bertahan sampai akhir. Jika kita dibenarkan oleh iman, maka kita akan dimuliakan. Ini merupakan sesuatu yang pasti terjadi.
”Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya” (Rom. 8:30)
4 Respon Terhadap Jaminan Ini
1. Berserah Diri
Kita menyerahkan beban atas keselamatan diri kita. Kita berhenti meronta-ronta dan membiarkan petugas pemadam kebakaran membawa kita keluar dari rumah yang terbakar. Kita tidak bisa melakukannya. Dia sanggup. Dia akan melakukannya. ”… manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya” (Yer. 10:23).
2. Bersukacitalah
Apakah hati Anda tidak menggemakan sukacitanya Charles Spurgeon ketika dia berkata, “Wahai teman-teman terkasih, hati seseorang bersukacita memikirkan kehendak dan hasrat yang kuat itu — pilar tak tergoyahkan yang tidak dapat digoncangkan oleh maut dan neraka — kehendak dan hasrat Allah yang ”berfirman, maka semuanya jadi” (The Metropolitan Tabernacle Pulpit Sermons, Vol. IX, 364). ”Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya” (1 Tes. 5:24).
3. Bersandar
”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11: 28). Kuk itu enak dan beban itu pun ringan karena Allah seolah-olah berkata, ”Aku mau terus menanggung kamu dan kamu akan bersandar kepada-Ku.” ”Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu” (Yes. 46:4).
4. Mengambil Risiko
Jika Anda tahu masa depan Anda telah dijamin oleh yang Mahakuasa, Allah yang selalu menjaga, maka segala ancaman dari dunia dan neraka tidak dapat menghentikan Anda untuk memberitakan kemasyhuran-Nya. Kesimpulan inilah yang Paulus gambarkan dari pernyataan: ”Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rom. 8:31). Oleh sebab itu, kita bersedia mengambil risiko ”penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” (Rom. 8:35). Karena tidak ada yang ”akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah” (Rom. 8:39).
***
Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul Will You be a Believer Tomorrow Morning.