Kunci untuk Kedewasaan Rohani

Sukacita Surga
1 November


Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

“Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat”

(Ibr. 5:14)

Pernyataan ini luar biasa. Jangan sampai Anda tidak ngeh. Pernyataan itu bisa menyelamatkan Anda dari hidup yang sia-sia selama bertahun-tahun.

Apa yang dikatakan ayat ini adalah jika Anda ingin menjadi dewasa rohani; memahami-dan-menghargai pengajaran firman yang lebih keras, maka susu yang kaya, bergizi, dan berharga dari berbagai janji Injil Allah harus mengubah indra moralnya Anda — pikiran rohaninya Anda — sehingga Anda dapat membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Atau, izinkan saya mengatakannya dengan cara lain. Mempersiapkan diri untuk mengenyangkan diri dengan firman Tuhan pertama-tama bukanlah berupa tantangan intelektual, melainkan berupa tantangan moral. Jika Anda ingin memakan makanan keras dari firman, Anda harus melatih indra rohanimu untuk mengembangkan pikiran yang bisa membedakan antara yang baik dari pada yang jahat. Ini adalah mengenai tantangan moral, bukan hanya mengenai intelektual.

Kebenaran yang mengejutkan adalah jika Anda tersandung oleh pemahaman mengenai Melkisedek dalam Kitab Kejadian dan Ibrani, itu mungkin karena Anda masih menonton program TV yang tidak beres. Jika Anda tersandung oleh doktrin pemilihan, itu mungkin karena Anda masih menjalankan praktik bisnis yang abu-abu. Jika Anda tersandung oleh karya Kristus yang berpusat pada Allah di atas kayu salib, itu mungkin karena Anda mencintai uang; menghabiskan terlalu banyak; dan memberi terlalu sedikit.

Jalan menuju kedewasaan rohani dan makanan alkitabiah yang padat pertama-tama bukanlah mengenai menjadi orang-yang-cerdas, melainkan menjadi orang-yang-taat. Apa yang Anda lakukan dengan alkohol, seks, uang, waktu luang, makanan, komputer, dan cara Anda memperlakukan orang lain lebih berkaitan dengan kapasitas Anda untuk makanan padat ketimbang di STT (Sekolah Tinggi Teologi) mana Anda diperlengkapi atau buku apa yang dibaca Anda. Ini sangat penting karena dalam masyarakat kita yang sangat berorientasi pada teknologi, kita cenderung berpikir bahwa pendidikan — terutama pendidikan intelektual — adalah kunci menuju kedewasaan. Ada banyak doktor teologi yang tersedak dalam ketidakdewasaan rohani mereka pada berbagai hal yang terkait Allah. Sebaliknya, ada banyak orang kudus yang kurang berpendidikan yang sangat dewasa rohani; dan dapat memberi makan dengan senang hati; dan mendapatkan keuntungan dari hal-hal yang mendalam dari firman Tuhan.


Artikel ini diterjemahkan dari "The Key to Spiritual Maturity
."

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *