Sukacita Surga
21 November
Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih …”
(2 Tim. 3:1-2)
Perhatikan bagaimana rasa tidak tahu berterima kasih/ bersyukur berjalan beriringan dengan kesombongan, pelecehan, dan pembangkangan.
Pada bagian lain Paulus berkata, ”Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono … tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur” (Efe. 5:4). Jadi, tampaknya bersyukur dan berterima kasih adalah kebalikan dari keburukan dan kekerasan.
Alasan mengapa bisa seperti itu dikarenakan perasaan syukur adalah perasaan yang timbul dari kerendahan hati, bukan dari kesombongan. Itu adalah mengenai meninggikan orang lain, bukan meninggikan diri sendiri. Bersyukur adalah mengenai hati-yang-bersukacita; tidak merasa marah atau pahit. Rasa-syukur-yang-pahit merupakan istilah yang saling bertentangan.
Kunci untuk membuka hati yang bersyukur dan mengatasi kepahitan dan keburukan serta sikap tidak hormat dan kekerasan adalah keyakinan yang kuat pada Allah; Sang Pencipta, Pemelihara, Penyedia, dan Pemberi Harapan. Jika kita tidak percaya bahwa kita sangat berutang kepada Allah untuk semua yang kita miliki dan harapkan, maka mata-air rasa syukur itu sendiri telah mengering.
Jadi, saya menyimpulkan bahwa akar masalah mengapa munculnya kekerasan, penistaan, keburukan, dan pembangkangan pada akhir zaman adalah karena bermasalah dengan Allah. Masalah dasarnya adalah kegagalan untuk merasa bersyukur pada tingkat ketergantungan kita pada-Nya.
Ketika mata-air rasa syukur kita pada Allah yang berada di puncak gunung gagal, maka segera semua kolam-air rasa syukur kita akan mulai mengering ketika semakin menjauh ke kaki gunung. Ketika rasa syukur menghilang, maka kedaulatan diri kita yang sudah rusak tersebut menuntut untuk kesenangannya.
Berdoalah untuk kebangkitan besar akan rasa syukur yang timbul dari kerendahan hati.
Artikel ini diterjemahkan dari "The Gravity of Gratitude."