Terlahir sebagai Budak – Bab Tiga – Argumen 5

BAB 3

Apa yang Luther Tolak dari Ajaran Erasmus


Argumen 5:
Metode Allah dalam mengeraskan hati manusia. 

 

Manusia fasik tidak akan tertarik untuk menyenangkan hati Allah. Mereka hanya tertarik menyenangkan hatinya sendiri. Mereka membenci dan melawan segala sesuatu yang menghalangi mereka menikmati hasrat jahatnya. Ini sangat terlihat jelas ketika orang fasik dibenturkan dengan Injil. Di dalam pemberitaan Injil, Allah menantang hasrat jahat mereka dan hati mereka yang hanya berpusat pada dirinya sendiri (man-centered). Tidak heran jika mereka menjadi semakin membenci dan mengeraskan hatinya terhadap Allah dan firman-Nya.

 

Allah tidak menciptakan kejahatan dalam hati manusia. Dia menggunakan kejahatan yang memang sudah ada untuk tujuan-Nya yang baik dan bijak. Di Kitab 2 Samuel 16:11, Daud menyatakan soal Simei: ”Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang berfirman kepadanya demikian”. Namun, Allah tidak pernah memerintahkan Simei untuk mengutuki Daud. Sebaliknya, kedaulatan Allah yang memastikan kehendak jahat Simei yang akan melakukan apa yang secara alami akan dilakukannya pada waktu dan pada tempat yang memang sudah direncanakan Allah.


TERLAHIR SEBAGAI BUDAK

Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.

Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna

You may also like...

Tinggalkan Balasan