BAB 3
Apa yang Luther Tolak dari Ajaran Erasmus
Argumen 4:
Allah menggunakan natur manusia.
Beberapa orang penasaran bagaimana Allah menghasilkan dampak jahat dalam kita, mengeraskan hati kita, menyerahkan kita kepada hasrat jahat kita, dan menyebabkan kita melakukan kesalahan. Terkait perihal ini, kita harus berpegang pada apa yang dinyatakan Alkitab.
Jawaban saya: terlepas dari anugerah yang diberikan kepada mereka yang terpilih, Allah berurusan dengan manusia berdasarkan natur mereka. Karena natur mereka jahat dan rusak, ketika Allah membiarkan mereka beraksi, maka aksi mereka pasti jahat dan merusak. Bayangkan seorang joki yang mengendarai kuda yang hanya memiliki dua atau tiga kaki yang baik. Cara Si Joki itu menunggangi kudanya akan terkait erat dengan kondisi kudanya. Kudanya jelas akan bergerak dengan buruk, namun apa yang bisa dilakukan joki itu? Si Joki akan berusaha menunggangi kuda itu dengan sebaik-baiknya. Walaupun mungkin akan berjalan baik, kudanya akan bergerak dengan buruk sampai disembuhkan kakinya.
Jadi, kamu lihat, ketika Allah melakukan sesuatu dengan menggunakan manusia yang jahat, maka hal jahat yang akan terjadi. Namun, Allah sendiri tidak bisa berbuat jahat. Allah itu berdaulat. Manusia fasik merupakan ciptaan Allah dan tunduk pada kontrol-Nya. Allah tidak kehilangan kedaulatan-Nya karena manusia berbuat jahat. Manusia fasik tidak bisa mengubah kondisinya. Sebagai hasilnya, manusia tidak bisa tidak berdosa dan secara perlahan menuju kebinasaan, kecuali-dan-jika ia diperdamaikan dengan Allah oleh Roh Kudus.