BAB 3
Apa yang Luther Tolak dari Ajaran Erasmus
Argumen 10:
Kedaulatan Allah dan ”kehendak-bebas” tidak mungkin bisa sama-sama benar.
Berikut ini contoh pembenaranmu. Kamu menyatakan, ”Terkait pengetahuan Allah sejak dari masa kekekalan yang tidak mungkin bisa dibatalkan, Yudas Iskariot telah ditetapkan menjadi pengkhianat. Walaupun begitu, Yudas sanggup mengubah kehendaknya”. Apakah kamu sadar apa yang kamu nyatakan ini? Jika kamu memang benar, maka Yudas punya kuasa untuk mengubah pengetahuan Allah sejak dari masa kekekalan dan membuatnya menjadi sesuatu yang tidak bisa diandalkan.
Kamu sama sekali tidak menyelesaikan permasalahan ini.
Kamu seperti seorang komandan yang memimpin pasukannya ke medan perang dan meninggalkan mereka begitu saja tatkala mereka sedang sangat membutuhkannya. Kamu langsung sibuk membahas hal lain – mengenai apakah kehendak manusia terganggu oleh kedaulatan Allah. Saya tanyakan kamu pertanyaan A, kamu malahan menjawab untuk hal yang lain! Namun, saya tidak akan membiarkan kamu berkelit semudah itu.
Kamu harus menjawab dilema bikinan kamu sendiri.
Bagaimana kedua hal ini bisa sama-sama benar?
Bagaimana mungkin ”Yudas bisa tidak berkhianat” dan ”Yudas harus berkehendak untuk berkhianat” sekaligus? Bukankah dua pernyataan ini saling bertentangan?