Tagged: Terjemahan

0

Bagaimana Saya Mengatasi Rasa Khawatir Akan Masa Depan

Pagi ini, saya mengajak Anda untuk percaya bahwa faktor terpenting untuk keberanian Anda pada masa depan bukanlah keluarganya Anda; melainkan Allahmu. Saya memanggil Anda untuk terbebas dari batasan-batasan yang ditaruh orang-orang pada diri Anda sendiri terkait semacam takdir dari mana Anda berasal.

0

Bagaimana Saya Menantikan Allah?

Allah senang bertindak untuk mereka yang menanti-nantikan-Nya. Jadi, bagaimana kita menantikan Allah? Apakah menantikan Allah berarti kita tidak berbuat apa-apa? Kapankah kita berhenti menunggu dan mulai bertindak? Itu adalah pertanyaan penting yang dijawab dalam khotbah Pendeta John tentang Yes. 64:1–4. Sebuah khotbah yang disampaikannya pada tahun 1982. Inilah yang dikatakannya.

0

”Jiwaku Enggan Dihiburkan”

Waktu Asaf menulis Mazmur pasal 77, dia sedang mengalami krisis iman. Mengapa Asaf sangat bersusah hati? Karena dalam pandangannya, Allah sepertinya telah memutuskan untuk mengabaikan janji-Nya kepada bangsa Israel. Jika Allah tidak memegang janji-Nya, maka mereka yang percaya kepada-Nya membangun iman mereka di atas pasir – sebuah pikiran yang sangat mengganggu.

0

Sukacitanya Dunia

Dalam buku klasiknya, Mere Christianity, C.S. Lewis memberikan wawasan yang mendalam tentang mesin psikologis yang menarik dalam panggung drama sejarah. ”Semua yang kita sebut sebagai sejarah manusia — uang, kemiskinan, ambisi, perang, pelacuran, golongan, kerajaan, perbudakan — adalah kisah panjang yang mengerikan tentang manusia yang mencoba menemukan sesuatu selain Allah yang akan membuatnya bahagia.”

0

Sukacita Bukanlah Pilihan

Sukacita itu penting dalam kehidupan orang Kristen. Alkitab dengan jelas menyatakan kalau umat Allah diperintahkan untuk bersukacita dan dikenali karena sukacitanya.

0

Sebuah Panggilan untuk Menanggung Risiko sebagai Orang Kristen

Bagi para pengikut Yesus, risiko final telah hilang. ”Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Rom. 8:1). ”Baik maut, maupun hidup, … tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rom. 8:38-39).