Memiliki Damai Sejahtera dalam Kondisi Apapun

Rom. 15:13 (AYT)
Kiranya Allah sumber pengharapan memenuhimu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam imanmu sehingga kamu akan berlimpah di dalam pengharapan oleh kuasa Roh Kudus.



Sukacita dan damai sejahtera yang datang dari Tuhan berbeda dengan yang ditawarkan dunia ini. Ini adalah sukacita dan damai sejahtera yang bersifat supranatural. Ini merupakan berkat yang hanya diberikan pada anak-anak Allah; milik Kristus.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu,” janji Tuhan Yesus kepada kita semua (Yoh. 14:27). Karena itu, kita bisa tetap bersukacita dan merasa damai sejahtera dalam situasi dan kondisi apa pun. Seekstrim apa pun situasi dan kondisinya.

Penganiayaan dari Kekaisaran Romawi tidak bisa mematikan sukacita ini. PD 1 dan 2 tidak bisa mematikan damai sejahtera ini. Islam radikal tidak bisa mematikan sukacita dan damai sejahtera yang bersifat supranatural ini.

Setiap orang Kristen sadar kalau ia berada dalam bahaya maut sepanjang waktu karena beriman percaya pada Tuhan Yesus. Ia dianggap sebagai domba-domba sembelihan (Rom 8:36). Namun, di situasi-dan-kondisi tergelap sekalipun, kita tetap bisa bersukacita dan merasa damai sejahtera.

Mengapa? Karena ini adalah pemberian, bukan hasil latihan. Apalagi karena kesalehan kita. Ini adalah berkat rohani. Sukacita dan damai sejahtera ini bisa tetap ada karena Allah sendiri yang memenuhi kita dengannya.

Yoh. 16:33 
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Puji Tuhan! Haleluya!

You may also like...

Tinggalkan Balasan