Kudus karena telah Diselamatkan

Rom. 9:30-32 (AYT)
“Jadi, apa yang akan kita katakan? Bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi yang tidak mengikuti kebenaran, telah memperoleh kebenaran, yaitu kebenaran yang berasal dari iman; akan tetapi, bangsa Israel yang berusaha menaati kebenaran Hukum Taurat justru tidak sampai kepada hukum itu?Mengapa?
Karena mereka tidak mengejarnya dengan iman, tetapi dengan perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan.”



 

Sebenarnya, hanya ada dua agama di dunia ini, yaitu Kristen dan non-Kristen. Selain Kekristenan, semua agama mengharuskan para pemeluknya untuk melakukan amal baik dan kesalehan supaya bisa diselamatkan. Kekristenan juga mengharuskan pemeluknya untuk hidup saleh dan kudus, namun bukan untuk diselamatkan.

Bukan karena kita saleh, maka kita diselamatkan. Namun, karena kita diselamatkan, barulah kita bisa hidup saleh.

Bukan karena kita kudus, maka kita diselamatkan. Namun, karena kita diselamatkan, barulah kita bisa hidup mengejar kekudusan.

Itulah mengapa Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Sang Jalan. Yesus bukan sebagai salah satu jalan menuju keselamatan, tetapi sebagai satu-satunya jalan. Di luar Yesus, tidak mungkin ada orang yang bisa diselamatkan; sesaleh dan sebaik apa pun hidupnya.

Seperti para pengikut Yudaisme, banyak orang beragama yang kelak akan terkaget-kaget di neraka. Mereka pikir kalau mereka sudah menjalani kehidupan yang saleh dan baik. Namun, mengapa malahan berakhir di neraka? Maka, saat itu, Yesus menjadi “batu sandungan” bagi mereka.

“Batu sandungan” bagi mereka, namun menjadi “batu karang” bagi kita.

You may also like...

Tinggalkan Balasan