Referensi berita: klik di sini.
Rom. 15:5-6 (AYT)
Semoga Allah, sumber kesabaran dan penghiburan memberimu anugerah untuk dapat hidup dalam kesehatian satu sama lain sesuai dengan Yesus Kristus, sehingga dengan sehati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.
Dari kacamata manusia, mustahil para rasul bisa akur. Mereka berasal dari latar belakang yang sangat tajam perbedaannya. Ada Matius yang menjadi antek-anteknya penjajah. Namun, di antara mereka juga ada Simon orang Zelot (kelompok yang berusaha menumbangkan penjajah). Bagaimana mungkin mereka bisa akur?
Jemaat mula-mula tidak kalah tajam kontrasnya. Orang-orang Yahudi yang menganggap bangsa non-Yahudi (the Gentiles) sebagai bangsa yang menajiskan mereka, kini harus beribadah bersama-sama. Tuan dan budaknya sama-sama menjadi orang Kristen. Penjajah dan yang dijajah sama-sama menjadi orang Kristen. Bagaimana mungkin Gereja bisa bertahan sampai dengan hari ini?
Karena Allah, sumber kesabaran dan penghiburan memberi kita anugerah untuk dapat hidup dalam kesehatian satu sama lain sesuai dengan Yesus Kristus, sehingga dengan sehati dan satu suara kita bisa memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Hanya itu rahasianya.
Apa yang biasanya menjadi sumber perpecahan dan konflik dalam satu gereja? Karena para anggotanya sibuk ingin menjadi yang terbesar di antara mereka. Semua ingin menjadi Kepala. Semua ingin berada dalam posisi mengontrol.
Dari yang tadinya hamba, kini ia ingin menjadi Tuan. Mulut menyatakan diri sebagai hamba, namun hati menginginkan posisi Tuan. Karena itulah, politik di dalam gereja kadangkala bisa lebih busuk dan jahat daripada politik di dunia. Muka tersenyum, hatinya jahat seperti empedu.
Jadi, bagaimana supaya kita bisa sehati dan satu suara memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus?
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Mat. 23:10-12).