Rom. 15:15-16 (AYT)
… karena anugerah yang telah Allah berikan kepadaku, aku menjadi pelayan Yesus Kristus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi sebagai imam bagi Injil Allah, sehingga bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat menjadi persembahan yang berkenan, yang dikuduskan oleh Roh Kudus.
Bagian ini terkait erat dengan Roma 11:13-32. Paulus kembali menegaskan kalau ia adalah rasul yang khusus diutus untuk bangsa-bangsa non-Yahudi (the Gentiles). Semua ini di luar rencana dan kehendaknya. Semua ini bisa terjadi semata-mata karena anugerah yang telah Allah berikan kepadanya.
Sama seperti orang Kristen hari ini, Allah seringkali mengutus kita untuk memberitakan Injil bagi kelompok-kelompok tertentu. Ada yang diutus untuk orang-orang di kota. Ada yang diutus untuk suku-suku di pedalaman. Yang satu tidak boleh memandang rendah yang lainnya. Yang satu tidak boleh menganggap dirinya lebih pintar/hebat dibandingkan yang lainnya. Semua ini di luar rencana dan kehendak kita. Semua ini bisa terjadi semata-mata karena anugerah yang telah Allah berikan kepada kita.
Melalui bagian ini, Paulus mengingatkan orang Kristen dari bangsa Yahudi untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi saudara seimannya yang berasal dari bangsa non-Yahudi. Mereka (the Gentiles) juga bisa menjadi umat Allah karena telah “dikuduskan oleh Roh Kudus”. Mereka tidak boleh dipandang-dan-dianggap sebagai bangsa yang kafir dan najis.
Israel bukan Gereja di Perjanjian Lama. Gereja bukan Israel di Perjanjian Baru. Gereja dan Bangsa Israel sama-sama adalah umat pilihan Allah, tetapi merupakan dua entitas yang berbeda.
Bangsa Israel adalah pohon zaitun. Gereja adalah tunas liar yang dicangkokkan pada pohon zaitun. Gereja dan Bangsa Israel sama-sama dipilih Allah; sama-sama tidak layak-dan-pantas untuk terpilih. Namun, karena anugerah dan panggilan Allah tidak dapat dibatalkan/irrevocable (Rom. 11:29), Gereja tidak mungkin menjadi New Israel karena Gereja adalah tunas liar yang dicangkokkan pada pohon zaitun.
Secara tersirat, Paulus di bagian ini juga mewanti-wanti orang Kristen dari bangsa non-Yahudi supaya jangan berani-beraninya menyombongkan diri terhadap Bangsa Israel. Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada satu hal pun dari diri kita yang membuat kita pantas-dan-layak untuk diselamatkan. Kehendak, pikiran, perkataan, dan perbuatannya kita sudah rusak oleh kuasa dosa.
Kita bisa menjadi persembahan yang berkenan semata-mata karena “dikuduskan oleh Roh Kudus”. Jika saat ini kita bisa beriman percaya pada Tuhan Yesus, itu semata-mata karena anugerah. Jika saat ini kita bisa bertobat, itu semata-mata karena anugerah.
Semua benar-benar hanya karena anugerah. Tidak ada ruang bagi kita untuk menyombongkan diri.