Kita Semua Membutuhkan Pertolongan

Sukacita Surga
19 November


Artikel oleh John Piper.
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya”

(Ibr. 4:16)

Setiap dari kita membutuhkan pertolongan. Kita bukan Allah. Kita memiliki berbagai kebutuhan. Kita memiliki berbagai kelemahan. Kita memiliki kebingungan. Kita memiliki berbagai keterbatasan. Kita membutuhkan pertolongan.

Namun, masing-masing dari kita juga memiliki sesuatu: dosa. Karena itu, dalam lubuk hati terdalam, kita tahu bahwa kita tidak pantas mendapatkan pertolongan yang kita butuhkan. Jadi, kita merasa terjebak.

Saya membutuhkan pertolongan untuk menjalani hidupnya saya; untuk berhadapan dengan kematian; untuk menerima kekekalan — pertolongan untuk berurusan dengan keluarganya saya; pasangannya saya; anak-anaknya saya; kesepiannya saya; pekerjaannya saya; kesehatannya saya; keuangannya saya. Saya membutuhkan pertolongan. Namun, saya merasa tidak pantas mendapatkan pertolongan yang saya butuhkan. 

Jadi, apa yang bisa saya lakukan? Saya bisa mencoba menyangkal semuanya dan mencoba menjadi superman atau superwoman yang tidak membutuhkan pertolongan apa pun. Atau, saya bisa mencoba menenggelamkan itu semua dan terjun ke dalam kolam kesenangan sensual. Atau, saya juga bisa menyerah pada kelumpuhan dari rasa putus asa.

Namun, Allah menyatakan firman-Nya atas situasi tanpa harapan ini: Yesus Kristus menjadi Imam Besar untuk menghancurkan keputusasaan itu dengan pengharapan;  untuk membuat superman atau superwoman tersebut menjadi rendah hati; dan untuk menyelamatkan orang celaka yang sedang tenggelam itu. 

Ya, kita semua membutuhkan pertolongan. Ya, tidak seorang pun dari kita yang layak mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan. Namun, adalah ”tidak” untuk keputusasaan, kesombongan, dan kebejatan. Lihatlah apa yang dikatakan Allah. Karena kita memiliki Imam Besar yang Agung, takhta-Nya Allah adalah takhta kasih karunia. Pertolongan yang kita dapatkan dari takhta kasih karunia itu adalah belas kasihan dan kasih karunia untuk membantu kita pada saat dibutuhkan. Kasih karunia untuk menolong! Bukan pertolongan yang layak didapatkan  — melainkan pertolongan yang diberikan dengan murah hati. Itulah sebabnya Imam Besar, Yesus Kristus, menumpahkan darah-Nya sendiri. 

Anda tidak sedang terjebak. Katakan ”tidak” pada kebohongan itu. Kita membutuhkan pertolongan. Kita tidak pantas mendapatkannya. Namun, kita bisa memilikinya. Anda dapat memilikinya sekarang juga dan untuk selama-lamanya. Jika Anda mau menerima dan percaya pada Imam Besarnya Anda, Yesus Anak Allah; dan mendekat pada Allah melalui-Nya.


Artikel ini diterjemahkan dari "We All Need Help."

You may also like...

Tinggalkan Balasan