Tolong! Saya Diminta untuk Menyampaikan Pengumuman

7 Juli 2022
Oleh Dave Cook

Menyampaikan pengumuman [di gereja] bisa jadi hal yang mengintimidasi. Namun, puji Tuhan, hal ini tidak sesulit kedengarannya. Hal yang sulit adalah menemukan kerendahan hati untuk mempersiapkan diri dengan baik guna melakukan bagian pelayanan ibadah yang rasanya kurang mulia ini.

Apa syarat dari pengumuman yang baik? Pengumuman tersebut haruslah spesifik; penuh penyembahan; kredibel; dan singkat.

SPESIFIK

Inti dari pengumuman [di gereja] adalah untuk memastikan semua orang mengetahui berbagai detail tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana cara menindaklanjutinya. Meskipun informasi tersebut mungkin tersedia di tempat lain, pengulangan akan menjaga suatu kelompok memiliki pemahaman yang sama.

Detail terpenting dari sebuah pengumuman adalah segala sesuatu yang menjawab pertanyaan, ”Apa yang harus saya lakukan jika saya tertarik?” Ini bisa saja berupa informasi seperti, ”Silakan mendaftar di lobi” hingga ”Silakan datang ke pertemuan pada hari Selasa ini pukul 7 malam”. Berilah mereka detail yang spesifik dan beri tahu mereka mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya.

PENUH PENYEMBAHAN

Sering kali pengumuman dikeluhkan sebagai gangguan bagi ibadah — dan bisa jadi memang seperti itu. Namun, jika segala sesuatu yang dilakukan gereja secara bersama-sama adalah bagian dari ibadah, maka mengumumkannya pada hari Minggu juga harus menjadi bagian dari ibadah kita. Dalam berbagai pengumuman ini, kita dapat secara konkret mendengar bagaimana Kitab Suci menggerakkan jemaat ini untuk bertindak bersama-sama.

Kadang-kadang, menghubungkan secara eksplisit antara ibadah dan pengumuman akan membantu. Namun, sebagian dari poin ini telah tersampaikan melalui nada bicaranya Anda. Jika ada acara tujuh bulanan bagi ibu hamil besok malam, Anda mungkin tidak perlu mengupas Mazmur 127. Namun, harus ada kehangatan dalam nada bicaranya Anda yang berkata dengan lembut, ”Allah telah begitu baik menganugerahkan seorang bayi kepada pasangan ini.” Sikap yang takzim semacam inilah yang menjadikan momen pengumuman di gereja tetap dipenuhi penyembahan bagi seluruh jemaat.

Nikmatilah kebahagiaan yang mendalam ketika memandang umat Allah yang sedang berkumpul itu. Sungguh pemandangan yang luar biasa melihat orang-orang yang Anda kasihi! Nikmatilah. Jagalah nada bicaranya Anda agar tetap penuh penyembahan. Sesekali, katakanlah sesuatu yang menghubungkan pengumuman tersebut dengan karya-Nya Allah di antara mereka.

BISA DIBEDAKAN

Kadang-kadang, memberikan pengumuman itu sulit dilakukan karena pengumuman tersebut harus disampaikan setelah seorang pendeta menyampaikan khotbah yang menggugah; atau setelah serangkaian lagu pujian yang sangat menyentuh. Jadi, di mana Anda menempatkannya sering kali sama pentingnya dengan apa yang Anda sampaikan.

Beberapa gereja yang saya tahu telah berusaha untuk meringankan hal ini, setidaknya sedikit meringankan, dengan menempatkan semua pengumuman dpada awal ibadah, bahkan sebelum panggilan beribadah dilakukan. Urutan ibadah ini memang tidak terlalu berpengaruh, tetapi membantu menghindari kecanggungan yang sesekali muncul karena pemikiran, ”Apakah saya benar-benar harus menyampaikan pengumuman setelah bagian itu?”

SINGKAT

Sampaikanlah pengumumannya. Selesai.

SARAN PRAKTIS

Cara termudah untuk menjadi spesifik; penuh penyembahan; bisa dibedakan; dan singkat adalah dengan mempersiapkannya. Latihlah diri Anda hingga familiar dengan rincian pengumuman tersebut dan urutan penyampaiannya. Jika pekerjaannya sehari-harinya Anda tidak mengharuskan Anda berbicara di depan umum secara teratur, maka berlatihlah untuk menyampaikan pengumuman tersebut.

Gerejanya Anda bisa jadi mempunyai cara yang standar untuk menyampaikan pengumuman. Jika tidak, cara berikut mungkin bisa membantu.

Pertama-tama, dengan berbagai cara yang berbeda setiap minggunya, kita mulai dengan mengucapkan, ”Selamat pagi, kita hadir di sini hari ini untuk …”. Inilah kesempatan kita untuk mengingatkan semua orang alasan mengapa kita berkumpul – untuk menyembah Yesus.

Kedua, pembicara memperkenalkan dirinya. ”Jika Anda sekalian belum mengenal saya, nama saya _________, dan saya adalah ________ (jabatan di gereja).”

Ketiga, kita menyapa para pendatang baru. Kita mengatakan sesuatu seperti, ”Jika Anda adalah jemaat tamu di gereja kami, saya ingin Anda tahu bahwa kami menganggap kehadirannya Anda di sini sebagai sebuah jawaban doa. Kami sangat senang Anda ada di sini.” Pendatang baru itu mungkin merasa tidak nyaman, tetapi setidaknya mereka berpikir, ”Saya rasa orang-orang ini senang saya berada di sini.”

Terakhir, kita mengundang para jemaat untuk membuka halaman buletin di mana pengumuman tersebut berada. Kemudian, kita menyampaikannya dalam urutan kronologis, kecuali ada prioritas pastoral yang perlu disoroti terlebih dahulu.

KESIMPULAN

Pengumuman [di gereja] mungkin tidak terlalu penting, tetapi pengumuman yang baik akan menentukan suasana ibadah dan memberikan informasi kepada jemaat. Waktu yang diperlukan untuk melakukannya dengan baik tidaklah sia-sia.


Artikel ini diterjemahkan dari “Help! I’ve Been Asked to Deliver the Announcements.”

You may also like...

Tinggalkan Balasan