Terlahir sebagai Budak – Bab Tiga – Argumen 8

BAB 3

Apa yang Luther Tolak dari Ajaran Erasmus


Argumen 8:
Akal budi harus tunduk pada kehendak Allah yang berdaulat. 

 

Akal budi harus menganggap Allah adalah Pribadi yang sangat lemah dan menyedihkan jika menganggap pengetahuan-Nya di masa kekekalan tidak bisa dipegang dan bisa berubah seiring waktu. Tentu saja, manusia akan menolak konsep Allah yang baik sanggup untuk membuang, mengeraskan hati, dan menghukum mereka seolah-olah Dia bersukacita atas pelanggaran dan hukuman kekal mereka. Saya juga tadinya tidak bisa menerima kebenaran ini, hingga membuat saya terjatuh sampai titik putus asa yang terdalam, sampai-sampai saya berharap tidak pernah terlahir sebagai manusia. (Ini terjadi ketika saya belum tahu kalau rasa putus asa seperti ini yang membuat saya menjadi begitu dekat dengan kasih karunia-Nya). Inilah sebabnya manusia mencoba membuat ”penjelasan-”nya sendiri dan membenarkan apa yang dipegangnya ketimbang menerima firman Tuhan.

 

Meskipun akal budi orang fasik tersinggung oleh kebenaran ini, mereka tetap dipaksa untuk mengakui kehendak Allah yang berdaulat sekalipun Alkitab tidak pernah ada dikarenakan dua hal yang dituliskan pada kesadaran manusia (consciences of man) – bahwa Allah itu berdaulat dan Allah mengetahui segala sesuatu tanpa terkecuali dan tidak bisa salah.


TERLAHIR SEBAGAI BUDAK

Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.

Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna

You may also like...

Tinggalkan Balasan