Terlahir sebagai Budak – Bab Empat- Argumen 2

BAB 4

Pandangan Luther atas Cara Erasmus Menolak Teks yang Menentang “Kehendak-Bebas”


Argumen 2:
Kitab Kejadian 8:21, ”… manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”. Baca juga Kitab Kejadian 6:5, ”… segala kecenderungan hatinya (manusia) selalu membuahkan kejahatan semata-mata.

 

Kamu menghindari arti yang dimaksudkan untuk kita pahami di bagian ini dengan menyatakan kalau sebagian besar manusia memang memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa kecil, namun kenyataan ini tidak merampas kebebasan mereka untuk berkehendak.

 

Namun, Allah sudah menyatakan kalau semua manusia, bukannya hanya sebagian besar yang memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat. Setelah peristiwa air bah, Allah menyatakan kalau Dia tidak lagi akan memperlakukan manusia seperti  layaknya mereka seharusnya diperlakukan. Jika Dia melakukan itu, maka tidak ada seorang pun yang bisa diselamatkan. Baik sebelum-dan-sesudah peristiwa air bah, Allah menyatakan kalau semua manusia itu adalah jahat, bukan hanya sebagian besar dari mereka. Kamu sepertinya memandang dosa manusia sebagai sesuatu yang sepele; sebagai sesuatu yang mudah untuk diperbaiki. Namun, bagian ini menyatakan kalau kehendak manusia hanya tahu untuk berbuat apa yang jahat. Mengapa kamu tidak mencoba mempelajari Surat Ibrani dengan teliti? Musa sebenarnya menyatakan kalau ”segala kecenderungan hatinya (manusia) selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kej. 6:5). Ini tentunya bukan sekedar dosa kecil. Allah telah menyatakan kalau manusia hanya bisa memikirkan dan menghasilkan kejahatan seumur hidupnya. Kamu mungkin akan berkata: ”Mengapa Allah menyuruh manusia untuk bertobat kalau manusia memang tidak memiliki kuasa untuk bertobat?” Jawabannya adalah, seperti yang sudah kami sampaikan berulang kali, bahwa apa yang diperintahkan Allah untuk kita kerjakan tidak berarti secara tersirat menyatakan kalau kita diberi kesanggupan untuk menaatinya. Allah memberitahukan mengenai apa yang menjadi kewajiban kita. Bukan untuk membuktikan mengenai apa yang kita sanggup kerjakan, melainkan membuat kita menjadi rendah hati untuk mengakui kalau kita memang tidak sanggup!


 

TERLAHIR SEBAGAI BUDAK

Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.

Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna

You may also like...

Tinggalkan Balasan