BAB 3
Apa yang Luther Tolak dari Ajaran Erasmus
Argumen 13:
Kebenaran-dan-keadilan (the righteousness) Allah.
Sekarang kamu berlindung di balik akal budi. Kamu tidak bisa menerima kenyataan kalau Allah berhak untuk melempar orang fasik ke dalam api neraka yang kekal. Ini tidak masuk akal, seperti yang kamu utarakan, karena Allah sendiri yang menciptakan mereka. Jadi, ini tidak mungkin benar! Kamu sudah menempatkan diri sebagai orang yang menyalahkan Allah seperti yang dimaksud Paulus di Surat Roma 9:19, ”Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?”.
Akal budi manusia menuntut supaya Allah bertindak menurut pemahaman manusia mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Yang Mahamulia yang menciptakan segala sesuatu dituntut tunduk pada ciptaan-Nya sendiri! Aturan mesti diterapkan pada Allah sehingga Ia hanya boleh menghukum orang yang kita anggap layak dihukum!
Ketika Allah menyelamatkan mereka yang tidak pantas untuk diselamatkan, tak seorang pun yang mengeluh. Namun, ketika Allah membinasakan mereka, langsung timbul protes besar. Kefasikan hati manusia tampak dengan jelas di sini. Ketika manusia berusaha membenarkan pemikiran seperti ini, mereka telah gagal menyembah Allah sebagai Allah. Mereka mencuri kedaulatan Allah. Sampai kelak kita di surga, kita tidak akan pernah mengerti mengapa Allah-yang-adil mau menyelamatkan orang fasik.
Jadi, bagaimana mungkin kita bisa mengerti mengapa Allah-yang-adil membinasakan orang fasik? Namun, iman memungkinkan kita mempercayai kebenaran ini, sampai Anak Manusia kelak datang kembali.