Terlahir sebagai Budak – Bab Tiga – Argumen 12

BAB 3

Apa yang Luther Tolak dari Ajaran Erasmus


Argumen 12:
Tukang periuk dan tanah liat. 

 

Bagian ketiga yang kamu nyatakan sebagai bagian yang mungkin mendukung pemikiranku adalah dari Kitab Yesaya 45:9, ”Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk  saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya:  ’Apakah yang kaubuat?’ atau yang telah dibuatnya: ’Engkau tidak punya tangan!’”. Juga, dari Kitab Yeremia 18:6, ”Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” Kedua bagian ini dengan jelas mendukung pemikiranku, tetapi kamu berusaha memelintirnya dengan menyatakan karya Si Tukang Periuk ini hanya merujuk pada pengalaman kita dalam hidup ini. Kamu menyatakan kalau Paulus, ketika mengutip bagian ini di Surat Roma pasal 9, telah menambahkan arti aslinya dengan menyatakannya sebagai sesuatu yang merujuk pada perihal siapa yang akan dipilih untuk diselamatkan (personal election). Ini sama saja dengan memfitnah Paulus. Kamu semakin membingungkan orang-orang dengan merujuk pada Surat 2 Timotius 2:20-21: ”Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dar emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia”. Kamu menyatakan kalau Paulus bermaksud menyampaikan pesan yang serupa seperti yang terkandung dalam Kitab Yesaya 45:9, Kitab Yeremia 18:6, dan Surat Roma pasal 9. Kamu mengolok-ngolok pemikiran perihal ”perabot rumah” yang bisa menyucikan dirinya sendiri. Namun, kamu kemudian menyatakan Paulus memberi perintah kepada para ”perabot rumah” itu, simbol yang dianggap merujuk pada umat manusia, untuk menyucikan dirinya karena menganggap manusia memiliki ”kehendak-bebas”.

 

Menurut saya, Paulus tidak sedang membahas tema yang sama di Surat 2 Timotius 2:20-21 ini. Dia menggunakan gambaran sehari-hari untuk menyatakan berbagai tema secara sekaligus – yaitu kekudusan orang percaya secara pribadi. Lebih jauh, bukannya ”perabot rumah”, namun hanya terbatas pada orang-percaya, yang diperintahkan untuk melakukan penyucian diri ini. Mereka harus menyucikan dirinya dari segala sesuatu yang tidak memuliakan Allah. Sama seperti perabot rumah, ada yang memang digunakan untuk maksud yang mulia dan yang kurang mulia. Maka, terserah pada Sang Tuan yang akan memutuskan untuk apa perabot itu akan digunakan, bukan tergantung pada kehendak perabot itu sendiri.


TERLAHIR SEBAGAI BUDAK

Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.

Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna

You may also like...

Tinggalkan Balasan