Terlahir sebagai Budak – Bab Satu – Argumen 18

BAB1

Apa yang Alkitab Ajarkan


Argumen 18:
Memahami kalau keselamatan tidak bergantung pada ”kehendak-bebas” itu sangat membesarkan hati.

 

Saya harus mengakui kalau saya tidak akan pernah menginginkan ”kehendak-bebas”, sekalipun itu diberikan pada saya! Jika keselamatan saya bergantung pada saya, saya tidak akan mampu menjadi lawan tanding yang sebanding atas semua bahaya, pergumulan, dan keinginan jahat yang harus saya taklukkan. Andaikan tidak ada musuh untuk saya taklukkan sekalipun, saya tetap saja tidak akan pernah bisa merasa pasti-pasti. Saya tidak akan pernah bisa merasa pasti apakah saya sudah menyenangkan Allah atau belum; apakah ada yang masih perlu saya kerjakan atau tidak. Saya sudah membuktikan soal ini dari pengalaman saya yang begitu menyakitkan selama bertahun-tahun. Namun, untunglah keselamatan saya bergantung sepenuhnya pada tangan Allah, sama sekali tidak bergantung pada saya. Dia setia pada janji-Nya untuk menyelamatkan saya, tetapi tidak tergantung pada apa yang saya kerjakan melainkan pada belas kasihan-Nya semata. Allah tidak pernah berdusta. Ia tidak akan membiarkan Iblis merebut saya dari tangan-Nya. Melalui ”kehendak-bebas”, tak seorang pun bisa diselamatkan. Melalui kasih karunia yang diberikan secara cuma-cuma, banyak orang yang akan diselamatkan. Bukan hanya itu saja. Dengan menjadi orang Kristen, saya menjadi begitu lega karena tahu saya sudah menyenangkan hati Allah. Bukan karena apa yang saya kerjakan, melainkan karena kasih karunia-Nya. Jika saya tidak bertekun ataupun terlalu jahat, Allah dengan penuh belas kasihan akan mengampuni saya dan membuat saya menjadi lebih baik. Ini adalah kemuliaan bagi semua orang Kristen.


TERLAHIR SEBAGAI BUDAK

Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.

Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna

You may also like...

Tinggalkan Balasan