BAB1
Apa yang Alkitab Ajarkan
Argumen 13:
Pembicaraan dengan Nikodemus di Injil Yohanes pasal 3 menentang ”kehendak-bebas”.
Lihatlah hikmat (virtue) yang ada pada Nikodemus (Yoh. 3:1-2). Dia mengakui Kristus sebagai guru yang sungguh-sungguh diutus Allah. Dia mengakui mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus. Dia mencari Yesus untuk mendengar lebih banyak dari-Nya. Ketika ia mendengar soal lahir-baru (Yoh. 3:3-8), apakah ia mengakui kalau ini memang yang ia cari-cari selama ini? Tidak! Dia mulai tersentak, bingung dan kemudian menolaknya karena menganggapnya sebagai sebuah kemustahilan (Yoh. 3:9). Bahkan filsuf terbesar harus mengakui kalau mereka tidak mengenal Kristus, apalagi untuk mencari hal-hal yang bisa membawa mereka pada keselamatan, sebelum Kristus datang. Ketika mereka mengakui hal ini, mereka juga harus mengakui kalau ”kehendak-bebas” itu tidak berguna dan berkuasa! Sudah jelas, mereka yang mengajarkan ”kehendak-bebas” ini adalah orang gila, tetapi mereka tidak mau berhenti mengajarkannya. Mereka tetap menolak untuk memuliakan Allah.