TERLAHIR SEBAGAI BUDAK
Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.
Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna
BAB DUA
Apa yang Erasmus Ajarkan
Argumen 1:
Definisi ”kehendak-bebas” menurut Erasmus.
Argumen 2:
Argumen Erasmus yang berasal dari Kitab Apokrifa (Deuterokanonika).
Argumen 3:
Tiga sudut pandang Erasmus mengenai ”kehendak-bebas”.
Argumen 4:
Kembali mengupas argumen Erasmus yang didasari Kitab Sirakh 15:14-7.
Argumen 5:
Menguji lebih mendalam argumen Erasmus yang didasari Kitab Sirakh 15:14-7.
Argumen 6:
Argumen Erasmus pastilah bermaksud menyatakan kalau kehendak manusia itu sepenuhnya bebas.
Argumen 7:
Kejadian 4:7 – bagian lain yang membuktikan kalau sebuah perintah tidak berarti menyatakan kesanggupan kita untuk menaatinya.
Argumen 8:
Ulangan 30:19 – ”Hukum Taurat dirancang untuk menyatakan kepada kita apa itu dosa”.
Argumen 9:
Ketidakmampuan Erasmus membedakan konteks yang terkait Taurat dan Injil.
Argumen 10:
Allah memang menyatakan kehendak-Nya, namun ada kehendak-Nya yang dirahasiakan-Nya dari kita.
Argumen 11:
Adanya kewajiban tidak berarti menjadi bukti atas adanya kesanggupan untuk menaatinya.
Argumen 12:
Manusia tidak seharusnya bersikeras untuk mengetahui kehendak Allah yang memang dirahasiakan-Nya dari kita.
Argumen 13:
Hukum Taurat menunjukkan kelemahan manusia dan kuasa Allah untuk menyelamatkan.
Argumen 14:
Sebagai penuntun, perintah di Perjanjian Baru hanya diberikan bagi mereka yang sudah dibenarkan.
Argumen 15:
Dasar untuk pemberian upah adalah janji Allah, bukannya kepantasan-manusia-untuk dihargai (merit).
Argumen 16:
Kedaulatan Allah tidak meniadakan tanggung jawab kita.