Rom. 15:18 (AYT)
Sebab, aku tidak akan berani berbicara mengenai sesuatu yang lain, kecuali yang telah dilakukan Kristus melalui aku, untuk membuat bangsa-bangsa bukan Yahudi taat oleh perkataan dan perbuatan,
Melalui bagian ini, Paulus seolah-olah ingin mengingatkan orang Kristen dari segala zaman untuk menyadari kalau dirinya hanyalah bejana tanah liat (2 Kor. 4:7). Kita hanyalah hamba-hamba tak berguna yang melakukan apa yang harus dilakukan saja (Luk. 17:10). Segala sesuatu dalam hidup kita semata-mata hanya karena anugerah. Sama sekali bukan karena kuat hebat kita.
Jika ada yang terlihat berhasil kita kerjakan dalam hidup ini, itu semata-mata karena “telah dilakukan Kristus melalui” kita. Apa pun yang kita kerjakan saat ini, haruslah itu membawa orang-orang kepada Kristus, bukan pada diri kita. Orang-orang harus tahu kalau kelimpahan kuasa itu berasal dari Allah, bukan dari diri kita sendiri.
Di masa tuanya, Stephen Tong berulangkali di atas mimbar menyatakan kalau dibutuhkan MINIMAL gabungan talenta 10 pendeta untuk bisa menggantikannya kelak. Ini adalah pernyataan yang sangat berdosa dan keji di hadapan Allah Tritunggal (Mzm. 138:6; Yak. 4:10, 16). Ini adalah pernyataan yang bertolak belakang dengan pernyataan Paulus di bagian ini.
Kita harus selalu ingat kalau segala sesuatu “telah dilakukan Kristus melalui” kita. Kristus pemeran utamanya, kita pemeran figuran. Jangan dibalik. Ia harus semakin besar, kita harus semakin kecil.
Melalui bagian ini, Paulus juga seolah-olah mengingatkan kalau orang Kristen akan senantiasa diuji-dan-disoroti dari perkataan dan perbuatannya. Ada orang yang suka menyebut dirinya sebagai “hamba” alih-alih “saya/aku”, tetapi kelakuannya seperti tuan. Orang seperti ini biasanya orang yang munafik dan suka basa-basi. Maka, lebih baik Saudara kelakuannya sungguh-sungguh seperti “hamba tak berguna yang melakukan apa yang harus dilakukan” dan tetap menyebut dirinya sebagai “saya”, ketimbang melakukan yang sebaliknya.
Ucapan harus selaras dengan kelakuan. Hendaklah kita menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja. Sebab jika tidak demikian, kita sedang menipu diri kita sendiri (Yak. 1:22).