Alkitab: Pedoman Kita

Rom. 15:4 (AYT)
Sebab, apa pun yang ditulis dahulu telah dituliskan untuk mengajar kita supaya melalui ketekunan dan penghiburan yang diberikan Kitab Suci, kita dapat memiliki pengharapan.



Setiap pagi, sebelum melepas putri saya bersekolah, saya selalu mengingatkannya 2 hal, “Tuhan Yesus mengasihimu. Alkitab mengajarimu.”

Saya selalu ingatkan kepadanya betapa utama-dan-terutamanya otoritas Alkitab dalam hidupnya. Jika Alkitab mengajarkan A, saya mengajarkan B, mamanya mengajarkan C, maka dia harus ikut A.

Jika Alkitab mengajarkan B, saya mengajarkan B, mamanya mengajarkan C, maka dia harus ikut B.

Jika Alkitab mengajarkan B, saya mengajarkan A, mamanya mengajarkan B, maka dia harus ikut B. Semua perkataan dan tulisan saya HARUS dianggap salah sampai terbukti benar oleh Alkitab.

Alkitab memang menyatakan kalau otoritas seorang ayah/suami di atas ibu/istri (1 Kor. 11:3; 1 Tim. 2:11-12) . Namun, seorang ayah/suami yang tidak tunduk pada kebenaran Alkitab  tidak lagi perlu ditaati, walaupun tetap harus dihormati.

Hanya Alkitab yang sanggup memberi kita hikmat kepada keselamatan melalui iman dalam Yesus Kristus. Semua isi Alkitab dihembuskan keluar oleh Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik dalam kebenaran (2 Tim. 3:15-16).

Hanya di dalam Alkitab kita akan menemukan pengharapan yang sejati. Isi Alkitab tidak bisa salah; tidak pernah salah; dan tidak mungkin salah. Kalau ada sumber yang “tidak bisa salah, tidak pernah salah, dan tidak mungkin salah,” mengapa Saudara malahan mencari-cari kebenaran dari sumber yang “bisa salah, pernah salah, dan mungkin salah” ?

You may also like...

Tinggalkan Balasan