1 Pet. 1:1 (AYT)
Dari Petrus, seorang rasul Yesus Kristus,…
Petrus sejak semula menegaskan identitasnya kepada para pembacanya. Ia adalah rasul. Rasulnya siapa? Rasulnya Yesus Kristus.
Mengapa identitas ini penting untuk ditekankan? Kata ”rasul” berasal dari kata Yunani ”apostolos” yang berarti ”orang yang diutus” (one sent forth with orders). Para rasul ini diberi otoritas untuk berbicara atas nama Sang Raja, seperti halnya duta besar bagi satu negara. Mereka adalah perwakilan resmi dari Sang Mesias.
Barangsiapa menyambut para rasul, sama saja dengan menyambut Sang Raja. Sama seperti siapa menyambut Yesus, sama saja dengan menyambut Bapa yang mengutus Sang Mesias (Mat. 10:40).
Seorang rasul memiliki beberapa keunikan yang tidak mungkin dimiliki oleh siapa pun lagi pada zaman ini. Pertama, mereka secara langsung dipilih dan diberi kuasa sebagai rasul oleh Tuhan Yesus (Mat. 10:1; Mrk. 3:13; Luk. 6:13; Yoh. 6:70; Kis. 1:2; 26:16-18; Rom. 1:1; 1 Tim. 1:1).
Kedua, mereka menjadi saksi mata kebangkitan Tuhan Yesus secara langsung (Yoh. 15:27; Kis. 1:21-22; 26:16).
Ketiga, mereka diberi kuasa untuk melakukan berbagai mukjizat (Kis. 2:43, 4:33, 5:12; 2 Kor. 12:12). Walaupun Matias dan Paulus dipilih sebagai rasul setelah Tuhan Yesus naik ke surga, mereka tetap memenuhi tiga keunikan ini.
Jadi, ketika Petrus memperkenalkan dirinya sebagai “rasul Yesus Kristus”, ia sebenarnya sedang mempersiapkan hati para pembacanya kalau apa pun yang ditulisnya ini isinya selaras dengan isi hati Allah Tritunggal. Seorang utusan tidak mungkin bisa menyampaikan pesan yang bertentangan dengan pengutusnya.
Ini bukan isi hati Petrus, tetapi isi hati Allah sendiri. Ini adalah suara Tuhan, bukan suaranya Petrus.