1 Pet. 1:1 (AYT)
…kepada orang-orang yang tinggal sebagai orang asing, yang tersebar di seluruh wilayah Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia, dan Bitinia;
Setelah mempertegas identitas siapa penulis surat ini, Petrus mempertegas kepada siapa surat ini ditujukan. Surat ini dituliskan pada orang-orang Kristen yang terpaksa harus menjadi pengungsi karena imannya kepada Yesus Kristus.
Bisa saja di antara mereka adalah orang-orang yang dahulu dikejar-kejar Saulus (Kis. 8:1, 3-4). Mungkin saja para pengungsi ini juga termasuk mereka yang digambarkan di Kis. 11:19-21. Kita tidak tahu pasti dari mana saja mereka berasal, namun mereka adalah orang-orang yang rela menderita demi imannya.
Di titik ini, kemungkinan besar para penerima surat ini sudah merupakan jemaat yang terdiri dari bangsa Yahudi dan non-Yahudi (the Gentiles). Memang benar “pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya” kepada bangsa Yahudi (Kis. 3:26). Namun, sejak semula Allah juga telah memilih Petrus supaya dengan perantaraan mulutnya bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya (Kis. 15:7).
Yang pasti, mereka adalah orang-orang yang imannya sudah teruji. Mereka mungkin meninggal sebagai pengungsi, namun kini hidup bahagia di surga.
Luk. 14:26-27
“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Demi iman kita kepada Tuhan Yesus, penderitaan apa saja yang kita bersedia jalani?