Passion Week Bagian 4: Pengajaran di Bait Allah

Pagi-pagi, orang banyak telah datang ke dalam Bait Allah untuk mendengarkan Yesus (Luk 21:38). Imam-imam kepala dan tetua bangsa Yahudi tidak lagi berusaha merusak kredibilitas-Nya. Mereka sudah kapok. Maka, pengajaran pada hari itu, pada hari keempat di Passion Week, pun berlangsung tenang. Ini akan menjadi hari terakhir bagi Sang Kebenaran mengajarkan kebenaran di depan umum.

Di saat bersamaan, para imam kepala dan tetua bangsa Yahudi berkumpul di istana Imam Besar Kayafas. Mereka merencanakan siasat bagaimana bisa membunuh Yesus (Mat 26:3-5). Yerusalem seharusnya menjadi kota yang aman bagi Sang Mesias karena di sanalah Bait Allah berada. Di sanalah orang-orang yang paling saleh kehidupan beragamanya seharusnya berada. Kenyataannya, Yerusalem justru menjadi tempat berkumpul bagi musuh-musuhnya Mesias.

Orang-orang yang seharusnya memahami dan mengajarkan kebenaran yang justru sedang memutar otak dan berdiskusi bagaimana membunuh Sang Kebenaran itu. Maka, jangan heran lagi kalau bertemu orang-orang Kristen-KTP yang lebih jahat dan tega dari orang atheis. Mereka sangat perlu merk “Kristen” itu, demi menyembunyikan kebusukan dan kejahatannya.

“Kamu mempelajari Kitab Suci karena kamu menyangka bahwa di dalam Kitab Suci kamu akan mendapatkan hidup yang kekal. Kitab Suci itu juga memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak mau datang kepada-Ku supaya kamu hidup,” peringat Yesus (Yoh 5:39-40).

Jangan cuma menyesali dosa-dosa Saudara, tetapi bertobatlah. Yudas pun kelak menyesal telah menjual Yesus (Mat. 27:3). Sayang, dia tidak pernah bertobat.

Menyesal bukanlah bertobat. Menyesal tidak bisa membuat seseorang diselamatkan.

Jadi, apa tanda-tanda orang yang sudah bertobat? Yang dulu ia anggap keuntungan, sekarang ia pandang sebagai kerugian. Yang dulu ia anggap berharga, sekarang ia pandang sebagai sampah (Fil. 3:7-10).

Yang dulu ia kejar, sekarang ia buang. Yang dulu ia benci, sekarang ia suka. Yang tadinya berlari-lari ke Utara, sekarang berjalan tertatih-tatih ke Selatan. Ada perubahan yang radikal dalam hidup seseorang.

Seradikal apa? Bayangkan jika Saudara dilindas oleh truk yang membawa kontainer. Akankah hidup Saudara masih sama seperti semula? Kalau terlindas truk saja hidup Saudara akan berubah total, apalagi kalau Saudara sudah dilahirbarukan?

Tinggalkan Balasan