Passion Week Bagian 3: Seven Woes

Referensi: artikel.

Pada hari ketiga di Passion Week, baru saja Yesus sampai di halaman Bait Allah, para imam kepala, ahli Taurat dan tetua langsung datang menghampiri-Nya (Mrk 11:37). Mereka langsung mencecar-Nya dengan berbagai pertanyaan.

Mereka tidak tertarik kepada kebenaran, tetapi pembenaran. Supaya bisa terlihat benar, mereka perlu membuktikan kalau Yesus itu salah. Hasilnya? Mereka kalah telak (Luk 20:26).

Dengan memakai berbagai perumpamaan, Yesus mendeskripsikan betapa keras hati, jahat, dan munafiknya mereka ini (Mat 21:28- 22:14). Tujuh “celakalah kamu” (seven woes) ditujukan pada mereka (Mat 23).

Matius pasal 23 mencatat dengan tegas kemarahan Allah terhadap orang-orang munafik. Setiap kata “celakalah” di bagian itu hendaknya diperhatikan baik-baik oleh setiap orang di dalam Gereja. Gereja dan lembaga pelayanan bisa jadi topeng yang ideal bagi orang-orang munafik menyembunyikan kejahatannya. Di sebelah luar, dia tampak benar di mata orang. Di sebelah dalam, dia penuh kemunafikan dan kedurjanaan (Mat 23:28).

Inilah yang dimaksud Paulus kalau ada orang yang “mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik” (Tit. 1:16). Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh; keduanya akan saling bertentangan (Gal. 5:17). 

Keinginan daging merupakan perseteruan terhadap Allah karena ia tidak takluk kepada hukum Allah. Karena itu, mereka yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada Allah (Rom. 8:7-8).

Bagi setiap orang Kristen palsu, tidakkah Matius 23:33 seharusnya sudah membuat lututmu gemetar, “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?”

Tinggalkan Balasan