Para Orang Majus Dari Timur – bagian 1

Sukacita Surga
28 Januari
oleh Yonghan

Mat. 2:2 (TB)

”… Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Bahwa keselamatan disediakan bagi semua bangsa ditegaskan Matius melalui kisah orang-orang majus dari Timur. Mereka jauh-jauh datang ke Betlehem untuk menyembah raja orang Yahudi. Selain memakai silsilah dan kelahiran-melalui-perawan (virgin birth), kisah para orang majus dari Timur ini digunakan Matius untuk menegaskan kalau Yesus adalah sungguh-sungguh Sang Raja dan Sang Mesias; penggenapan dari nubuat para nabi.

Ini adalah kisah yang unik karena hanya terdapat dalam Injil Matius. Tidak ada catatan sejarah dari dunia sekuler mengenai kedatangan para orang majus ini. Sampai titik ini, Anda sebenarnya kembali ”ditantang” Tuhan apakah Anda beriman-percaya kalau Alkitab sungguh-sungguh adalah firman Allah atau hasil karangannya Matius semata. Iman-percaya yang hanya 99,9% tidak akan memadai karena tantangan demi tantangan akan terus diberikan pada Anda.

Melalui bagian 2:1-12 ini, Matius sepertinya ingin menonjolkan tiga karakter. Karakter pertama yang sepertinya ingin ditonjolkan Matius adalah orang-orang majus (wise men) dari Timur. Mereka kemungkinan besar adalah sekelompok pemimpin agama yang sangat berkuasa dan berpengaruh dari Kerajaan Parthia (Persia). Seseorang tidak bisa naik takhta menjadi raja sebelum disetujui mereka. Karena itu, suara mereka mengenai siapa raja orang Yahudi sangat berpengaruh besar dan berotoritas karena peran mereka sebagai king maker di tempat asalnya.

Mereka kemungkinan besar datang dalam rombongan besar, yang terdiri dari ribuan orang, termasuk tentara dan tukang masak. Karena itu, mereka terlihat tidak sungkan-sungkan bertanya pada Herodes Agung yang terkenal kejam dan jahat, ”Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Pertanyaan ini sama saja dengan menyepelekan dan merendahkan Herodes yang telah diberi gelar ”raja orang Yahudi” oleh Kekaisaran Romawi, meskipun Herodes sendiri bukan orang Yahudi. Fakta bahwa Herodes yang kejam, brutal, dan jahat ini tidak berani bertindak apa-apa terhadap para orang majus yang menanyakan pertanyaan yang sedemikian kurang ajar ini menunjukkan pihak mana yang lebih disegani dan ditakuti dalam dialog ini.

Injil Matius memuat pesan, baik secara tersurat maupun tersirat, kalau ”yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu”. Karena kekerasan hati orang Yahudi menolak Sang Mesias, maka bangsa Israel sebagai umat pilihan-Nya Allah akan menjadi yang terakhir menerima keselamatan (Rom. 11). Sebaliknya, bangsa non-Yahudi (the Gentiles) justru yang akan menjadi yang terdahulu menerima keselamatan. Karena pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain. Pelanggaran mereka menjadi kekayaan bagi dunia (Rom 11:11-12). Kisah mengenai orang majus dari timur menguatkan pesan ini.

Perintah Yesus kepada para murid untuk “kebaskanlah debunya dari kakimu” terhadap orang-orang Yahudi yang menolak Injil adalah bahasa tubuh yang akan dipahami sebagai: ”Kami tidak lagi menganggapmu sebagai orang Yahudi umat pilihan Allah. Kamu sama saja seperti bangsa non-Yahudi yang najis” (Mat. 10:14; Kis. 13:51). Orang Yahudi sangat membanggakan status mereka sebagai umat pilihan Allah. Karena itu, ajaran kalau keselamatan juga tersedia bagi bangsa non-Yahudi adalah ajaran yang sangat sulit untuk mereka terima, termasuk bagi para pembaca pertama Injil Matius.

Berbahagialah Anda yang kini sudah bisa beriman-percaya kalau Yesus adalah Yahweh. Berarti, Yahweh telah berkenan ditemukan Anda yang tidak mencari-Nya; telah menampakkan diri pada Anda yang tidak menanyakan-Nya meskipun Anda bukan umat-Nya dan termasuk bangsa yang bebal (Rom. 10:19-20).

You may also like...

Tinggalkan Balasan