Orang Nazaret

Sukacita Surga
31 Januari
oleh Yonghan

Mat. 2:23 (TB)

“Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.”

Keseluruhan kisah dalam pasal 2 unik adanya karena hanya muncul dalam Injil Matius. Ada empat kisah unik, empat lokasi, dan empat nubuat. Dalam pasal 2 ini, total ada empat nubuat dari Perjanjian Lama (PL) yang terkait erat dengan lokasi geografis spesifik, yaitu Betlehem (Mik 5:1, TB), Mesir (Hos 11:1), Rama (Yer 31:15), dan Nazaret (nabi-nabi).

Para pembaca seperti ditantang Tuhan untuk memutuskan apakah ini memang adalah firman Tuhan atau sekadar karya fiktifnya Matius; apakah Yesus sungguh-sungguh adalah Yahweh atau sekadar di-Yahweh-kan Matius. Langkah demi langkah ketika kita berjalan menyusuri Injil Matius, iman-percaya kita bahwa Yesus adalah Yahweh sedang diuji dan dimurnikan.

Nubuat mengenai Nazaret (Mat. 2:23) adalah kutipan yang paling unik dalam pasal ini karena tidak tertulis dalam PL, tetapi sepertinya sudah menjadi pengetahuan umum bagi kalangan orang Yahudi saat itu. Penggunaan frasa ”yang disampaikan oleh nabi-nabi” mengindikasikan nubuat kalau Sang Mesias ”akan disebut Orang Nazaret” bukanlah berita baru yang sama sekali tidak pernah didengar orang-orang Yahudi sebelumnya. Mereka sudah sangat familiar dengan nubuat ini.

Kutipan nubuat yang sejenis ini (yang tidak tertulis dalam PL, tetapi sudah menjadi pengetahuan umum) juga bisa kita temukan dalam Surat Yudas 1:14-15. Yudas, saudara Yesus, dalam surat penggembalaannya mengutip nubuat Henokh, keturunan ketujuh dari Adam. Jadi, apa yang dilakukan Matius ini merupakan hal yang dianggap wajar dan bisa diterima oleh komunitas orang-orang Yahudi pada zaman itu.

Istilah ”orang Nazaret” adalah istilah yang dipakai orang Yahudi pada zaman itu untuk merendahkan dan menghina seseorang. Istilah ini tidak pernah dipakai dalam arti yang positif. Walaupun Yesus dilahirkan di Betlehem, Ia tidak pernah disebut orang Betlehem. Mereka selalu mengidentifikasikannya sebagai Yesus orang Nazaret. Ini merupakan salah satu cara orang Yahudi untuk merendahkan dan menghinanya. Karena itu, respon Natanael kepada Filipus yang mengaku sudah menemukan Sang Mesias adalah: ”Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh. 1:45).

Adalah rancangan-Nya Tuhan sendiri untuk datang sebagai orang kecil; wong cilik yang tidak dipandang dan dianggap manusia. Jika berdasarkan kalkulasi manusia, bukankah lebih masuk akal jika Yesus lahir sebagai anaknya Imam Kayafas atau Pontius Pilatus? Namun, Tuhan justru memilih untuk menyiapkan diri-Nya sebagai anaknya tukang kayu di Nazaret. Kelak, Ia juga lebih memilih para nelayan dari Galilea sebagai rasul-Nya ketimbang para teolog dari Yerusalem.

Cara dan jalan-Nya Tuhan memang tidak pernah bisa kita pahami seutuhnya. Pimpinan Roh Kudus akan sering membuat kita bertanya-tanya dan terheran-heran. Yang pasti, ketika kita menjadi murid Yesus, kita akan sering melihat cara dan jalan-Nya Tuhan bertolak belakang dengan orang dunia. Mengapa harus demikian? Paulus memberi jawab:

”Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1 Kor. 1:26-29).

Mengapa Anda bisa terus beriman-percaya hingga saat ini? Berbahagialah kita yang bukan orang bijak, berpengaruh, dan terpandang menurut ukuran manusia sehingga Allah berbelas kasihan menganugerahi kita pertobatan dan iman hingga detik ini. Kasih-karunia demi kasih-karunia bagi wong cilik seperti kita.

You may also like...

Tinggalkan Balasan