Rom. 10:21 (AYT)
Akan tetapi, tentang Bangsa Israel Ia berkata, “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan membantah.”
Untuk alasan yang kita tidak pernah bisa mengerti, Allah Tritunggal memilih bangsa Israel sebagai umat pilihan-Nya. “Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi,…” (Amos 3:2). Inilah penegasan Allah tentang status bangsa Israel di hadapan-Nya.
Ketika Musa mengambil buku perjanjian dan membacakannya di hadapan bangsa Israel, mereka menjawab, “Semua yang telah dikatakan TUHAN akan kami lakukan, dan kami akan menaatinya” (Kel. 24:7).
Kenyataannya?
Kurang dari 40 hari sejak upacara ini berlangsung, mereka sudah menyembah lembu emas (Kel. 32:1-7).
Sejak upacara pengikatan perjanjian antara Allah dengan bangsa Israel berlangsung (Kel. 24:3-8), Alkitab mengisahkan betapa bangsa Israel tegak tenguk dan keras hati. Memahami tegar tenguk dan kerasnya hati bangsa ini, tidak heran mereka berani membunuh dan menggantung Sang Mesias dan Sang Raja di atas kayu salib (Kis.10:39).
Lantas, mengapa mereka belum dibinasakan? Mengapa bangsa ini masih ada hingga hari ini? Karena rencana Allah masih perlu digenapi. Baik untuk kedatangan Yesus untuk pertama kali dan kedua kalinya, bangsa Israel akan berperan sentral.
Sama seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya: “Jika Tuhan Semesta Alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi sama seperti Sodom dan menyerupai Gomora” (Rom 9:29). Walaupun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, tetapi hanya sisa-sisa mereka saja yang akan diselamatkan (Rom 9:28).