Matius 1:1-17 (Bahasa Indonesia)

Ketahui cara penggunaan skrip pemuridan ini.

Baca bahan sebelumnya: Pendahuluan Injil Matius.

Bagi orang yang pertama kali membaca Injil, Injil Matius mungkin terlihat tidak menarik untuk dibaca lebih lanjut. Injil ini dimulai dengan silsilah yang dipenuhi nama-nama yang mungkin juga tidak dikenal baik sebagian besar orang Kristen hari ini. Apalagi di zaman ketika semakin sedikit orang Kristen yang membaca Alkitab dari awal sampai dengan akhir, silsilah ini terasa hanya memenuh-menuhi kertas saja. Tak jarang, silsilah ini seringkali dilewati begitu saja oleh para pembacanya.

Sebaliknya, silsilah ini punya arti yang sangat penting bagi orang-orang Yahudi. Bagian ini justru sangat penting dalam memperkenalkan siapakah Yesus dari Nazaret dan seperti apa “bobot, bibit, dan bebet”-Nya. Silsilah ini dengan tegas menyatakan kalau Yesus adalah penggenapan dari nubuat mengenai Sang Mesias dan Sang Raja yang dinubuatkan para nabi di Perjanjian Lama (PL).

Sejak pasal pertama, Matius sudah memperkenalkan pola unik Injilnya yang sering disebut pola ”the formula-quotations” (rumus-kutipan).

Mat 1:22 = “Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi”, atau kalimat yang sejenisnya (rumus).

Mat. 1:23 = kutipan dari Perjanjian Lama (kutipan).

Pola ini juga dijumpai di 2:15; 2:17-18; 2:23; 4:14-16; 8:17; 12:17-21; 21:4-5; 27:9-10. Pola ini seolah-olah ingin menegaskan kalau Yesus adalah penggenapan dari nubuat mengenai Sang Mesias dan Sang Raja yang dinubuatkan para nabi di PL.

Pola ini dengan tegas ingin menyatakan kalau segala sesuatu yang ada di PL terkait dengan Yesus dari Nazaret. Segala janji dan nubuat di PL merujuk pada Yesus dari Nazaret ini sebagai Sang Mesias. Karena itu, Matius memulai Injilnya dengan sebuah proklamasi: “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham” (Mat 1:1).

Sang Kristus (Mesias) harus berasal dari keturunan Abraham dan Daud. Tidak bisa tidak. Tidak mungkin tidak. Nubuat pertama mengenai Sang Mesias telah muncul di Kej. 3:15.

Ketika Abraham berumur 75, Allah memberikan janji ”olehnya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej. 12:2-3). Sejak Kitab Kejadian, Allah sudah menyatakan kalau bangsa-bangsa di muka bumi ini akan diberkati oleh Abraham. Janji ini ditegaskan kembali kepada Abraham ketika ia berumur 99 (Kej. 17:4-8).

Semua janji ini hanya bisa tergenapi melalui Sang Mesias. Matius menyatakan kalau Yesus adalah berkat bagi bangsa-bangsa yang dijanjikan kepada Abraham itu. Berkat yang dimaksud ini adalah berkat rohani yaitu keselamatan. Deskripsi sebagai keturunan Abraham mengaitkan Yesus dengan janji Allah kepada Abraham itu.

Melalui nubuat yang keluar dari mulut Yakub, Sang Mesias dipastikan akan datang dari suku Yehuda (Kej. 49:10). Musa juga menegaskan akan datang nabi yang berasal ”dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” (Ul. 18:15).

Janji Allah kepada Daud juga ada kaitannya dengan Sang Mesias (2 Sam. 7:12-16; 1 Taw. 17:11-14) walau tidak secara eksplisit dinyatakan. Ketika Matius menyatakan Yesus sebagai Anak Daud, Matius sebenarnya sedang menyatakan kalau Yesus adalah Sang Raja. Yesaya juga menubuatkan soal kedatangan Raja Damai (Yes 9:6-7, Yes 11:1-4, 10).

Matius memakai bagian 1:1- 4:16 untuk memastikan para pembacanya percaya dan yakin sepenuhnya kalau Yesus adalah penggenapan dari semua nubuat itu. Pasal 1-2 untuk menjelaskan “bobot, bibit, dan bebet”-Nya Yesus. Sementara itu, bagian 3:1-4:16 menjelaskan persiapan Yesus sebelum tampil ke ranah publik.

Peter Stoner, dalam karya tulisnya Science Speaks, menunjukkan bahwa semua nubuat Alkitab tidak dapat bersifat kebetulan. Dengan menggunakan hukum probabilitas dalam membahas delapan nubuat mengenai Sang Mesias, Stoner menyatakan bahwa kemungkinan seseorang dapat memenuhi semua dari kedelapan nubuat itu adalah 1:1017. Itu hanya bicara soal probabilitas terkait delapan nubuat. Padahal, banyak pakar Alkitab yang menyatakan kedatangan Yesus untuk pertama kalinya telah menggenapi sekitar 300 nubuat di PL. 

PL memuat lebih dari 300 nubuat tentang Yesus Kristus. Banyak di antara nubuatan ini yang sangat terperinci isinya. Seperti yang kita ketahui, ada ratusan nubuat yang telah tergenapi. Penggenapannya sangat tepat sehingga tidak mungkin tidak merujuk pada Yesus dari Nazaret. Adalah hal yang mustahil bagi manusia untuk memperkirakan masa depan dengan begitu tepat dan terperinci sebanyak ratusan kali. Nubuat supranatural seperti ini hanya mungkin datang dari Allah yang hidup dan sejati, yang sejak semula telah mengetahui kejadian di masa depan (Yes. 46:9-10).

Karena itu, silsilah yang ditampilkan di pasal satu Injil Matius sangat penting artinya bagi iman Kristen. Silsilah ini menyatakan kalau seluruh kisah di PL terkait erat dengan Yesus. Matius ingin menyatakan kalau nubuat mengenai kedatangan Sang Mesias, yang ditunggu-tunggu oleh bangsa Yahudi, sudah tergenapi dalam diri Yesus dari Nazaret.

Melalui silsilah ini, Matius juga menyatakan kalau Yesus adalah Sang Raja dan Sang Mesias bagi seluruh bangsa. Matius menyertakan nama empat wanita yang berasal dari bangsa non-Yahudi, yaitu Tamar (Kej. 38), Rahab (Yos. 2:1), Rut (kitab Rut), dan Batsyeba istri Uria (2 Sam. 11:3-5).

Karena Injil Matius sepertinya lebih ditujukan pada orang-orang Yahudi, mencantumkan nama keempat wanita ini merupakan hal yang tidak lazim bagi para pembacanya karena dalam budaya Yahudi biasanya hanya nama pria yang dicantumkan dalam sebuah silsilah. Silsilah ini semakin tidak lazim karena melalui silsilah ini terlihat jelas kalau Yesus ternyata tidak murni berdarah Yahudi.

Orang Kristen beretnis Yahudi saat itu masih sangat kesulitan menerima kenyataan kalau bangsa non-Yahudi juga ternyata bisa menjadi umat Allah. Kekristenan ternyata terdiri dari berbagai bangsa. Padahal, selama ini orang-orang Yahudi selalu merasa hanya mereka yang secara eksklusif bisa menjadi umat Allah. Namun, sekarang mereka bahkan harus menerima kenyataan kalau Sang Mesias ternyata tidak murni berdarah Yahudi? Sungguh bukan hal yang mudah bagi mereka menerima fakta ini. Jadi, sejak pasal 1 sampai 28, Matius sudah menegaskan kalau keselamatan tidak hanya tersedia bagi orang-orang Yahudi. Berulang kali dijelaskan Matius dalam tulisannya, secara tersurat maupun tersirat, kalau Tuhan Yesus adalah Allah bagi semua bangsa.

PERTANYAAN PENUNTUN
1. Siapakah tokoh dalam silsilah Yesus yang paling berarti bagi saudara?

2. Apa yang Saudara pahami dari daftar silsilah ini?

Unduh dokumen Skrip Pemuridan ini.

Baca versi Bahasa Inggris.

You may also like...

Tinggalkan Balasan