Yak. 2:18 (AYT)
Namun, mungkin ada orang yang berkata, “Kamu punya iman, dan aku punya perbuatan.” Aku akan menjawab, “Tunjukkan imanmu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan imanku dengan perbuatan.
Bagian ini paralel isinya dengan Surat 1 Yohanes 3:18: “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
Ilustrasi yang diberikan Yakobus (Yak. 2:15-16) paralel dengan ilustrasinya Rasul Yohanes (1 Yoh. 3:17). Kasih orang Kristen itu tidak basa-basi (Rom. 12:9). Kita tidak hanya merasa kasihan, tetapi selalu berusaha melakukan sesuatu dengan bagian kita masing-masing. Ada doa, bantu doa. Ada tenaga, bantu tenaga. Ada dana, bantu dana. Ada semua, bantu semua.
Kita adalah “umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Tit. 2:14). Kita adalah “teladan dalam berbuat baik” (Tit. 2:7). Kita adalah orang-orang yang senantiasa “siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik” (Tit. 3:1). Kita bersukacita dengan orang yang bersukacita dan menangis dengan orang yang menangis (Rom. 12:15).
Namun, “Ia menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan benar yang kita lakukan, melainkan karena belas kasih-Nya melalui pembasuhan kelahiran kembali dan pembaruan Roh Kudus” (Tit. 3:5, AYT).
Orang yang rajin berbuat baik, belum tentu beriman (misalnya saja orang Tzu Chi dan Mormon). Namun, orang yang beriman pasti rajin berbuat baik. Karena itu, seperti Yakobus, kita akan “menunjukkan imanku dengan perbuatan”.