Merendahkan Diri di Hadapan Tuhan

Yakobus 4:10 (TB)
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Hanya orang yang rendah hati, yang akan menerima belas kasihan-Nya. Hanya orang yang menerima belas kasihan-Nya, yang akan menerima kasih karunia-Nya. Hanya orang yang menerima kasih karunia-Nya, yang akan dilahirbarukan-Nya. Hanya orang yang dilahirbarukan-Nya, yang akan ditinggikan-Nya. Setinggi apa? Menjadi:

“Imamat yang rajani” (1 Pet. 2:9.). 
“Bait Allah” (1 Kor. 3:16-17).
“Orang kudus” (Rom. 1:7).
“Kerajaan” (Why. 1:6).
“Para Imam bagi Allah” (Why. 5:10).
“Raja di bumi” (Why. 5:10).
“Anak-anak Allah” (1 Yoh. 3:2).

Jadi, bukan karena harta saya bisa membeli itu semua? Bukan. Jadi, bukan karena gelar Pdt dan atau doktor teologi yang membuat saya layak ditinggikan setinggi itu? Bukan. Jadi, karena apa? 

Karena Saudara bersedia-dan-mau merendahkan diri di hadapan-Nya; menahirkan tangan dan menyucikan hati; mendekat pada-Nya; tunduk pada-Nya (Yak. 4:7-8). 

Lantas, bagaimana dengan nasib mereka yang tidak bersedia?; yang ditentang-Nya? (Yak. 4:6).

Celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu (Luk. 6:24-26).

Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita (Yak. 4:9).

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *