Hidup secara Roh Menurut Ukuran Tuhan

Referensi artikel: klik di sini.

1 Pet. 4:6 (AYT)
Untuk alasan inilah, Injil diberitakan kepada orang-orang yang sekarang sudah mati sehingga meskipun mereka sudah dihakimi di dunia ini sesuai dengan standar manusia, tetapi mereka hidup secara roh menurut ukuran Allah.



Siapakah yang dimaksud dengan “orang-orang yang sekarang sudah mati”? Orang-orang seperti Stefanus yang mati karena imannya. Bukan hanya difitnah semata, tetapi bisa jadi mereka dibunuh dengan keji karena imannya (Kis.6:8-7:60).

Apa salah Stefanus? Ia penuh dengan anugerah dan kuasa, telah melakukan hal menakjubkan dan tanda-tanda ajaib di antara orang banyak. Wajahnya bahkan seperti wajah malaikat (Kis. 6:8, 15). Orang seperti ini saja bisa difitnah dan dibunuh. Apalagi kita yang wajahnya tidak seperti wajah malaikat?

Petrus mengingatkan kalau orang Kristen mungkin akan salah “dihakimi di dunia ini sesuai dengan standar manusia”. Namun, yang penting kita tetap “hidup secara roh menurut ukuran Allah”. Hukum di dunia ini tidak mungkin akan pernah bisa adil. 

Seadil-adilnya manusia berdosa tidak akan pernah adil. Hukum bisa diperjualbelikan. Para pengacara biasanya maju tak gentar membela yang bayar. Lah, bagaimana nasib kita yang tidak mampu bayar? Hukum seringkali tajam ke bawah, tumpul ke atas. 

Kita tidak lagi perlu alergi dengan penderitaan dan sengsara di dunia ini. Karena iman kita, apa yang dialami Stefanus sangat mungkin akan kita alami juga satu hari.

Karena itu, seandainya kamu harus menderita demi kebenaran, maka kamu akan diberkati. Jangan takut dan jangan gentar terhadap mereka yang membuatmu menderita. Sebab, lebih baik menderita karena berbuat baik, jika itu memang kehendak Allah, daripada menderita karena berbuat jahat (1 Pet. 3:14, 17).

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *