Empat Wanita yang Tidak Lazim

Sukacita Surga
26 Januari
oleh Yonghan

Mat. 1:3,5,6 (TB)

“Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar…. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut,… Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria.”

Bagi orang yang pertama kali membaca Injil, Injil Matius mungkin terlihat tidak menarik untuk dibaca lebih lanjut. Injil ini dimulai dengan silsilah yang dipenuhi nama-nama yang mungkin juga tidak familier bagi sebagian besar orang Kristen hari ini. Apalagi pada zaman ketika semakin sedikit orang Kristen yang membaca Alkitab dari awal sampai dengan akhir, silsilah ini terasa hanya memenuh-menuhi kertas saja. Tak jarang, silsilah ini sering kali dilewati begitu saja oleh para pembacanya.

Sebaliknya, silsilah ini punya arti yang sangat penting bagi orang-orang Yahudi. Bagian ini justru sangat penting dalam memperkenalkan siapakah Yesus dari Nazaret dan seperti apa ”bibit, bobot, dan bebet”-Nya. Silsilah ini dengan tegas menyatakan kalau Yesus adalah penggenapan dari nubuat mengenai Sang Mesias dan Sang Raja yang dinubuatkan para nabi dalam Perjanjian Lama (PL).

Karena itu, silsilah yang ditampilkan dalam pasal satu Injil Matius sangat penting artinya bagi iman Kristen. Silsilah ini menyatakan kalau seluruh kisah dalam PL terkait erat dengan Yesus. Matius ingin menyatakan kalau nubuat mengenai kedatangan Sang Mesias, yang ditunggu-tunggu oleh bangsa Yahudi, sudah tergenapi dalam diri Yesus dari Nazaret.

Melalui silsilah ini, Matius juga menyatakan kalau Yesus adalah Sang Raja dan Sang Mesias bagi seluruh bangsa, tidak hanya bagi bangsa Israel. Matius menyertakan nama empat wanita yang berasal dari bangsa non-Yahudi, yaitu Tamar (Kej. 38), Rahab (Yos. 2:1), Rut (kitab Rut), dan Batsyeba istrinya Uria (2 Sam. 11:3-5).

Karena Injil Matius sepertinya lebih ditujukan pada orang-orang Yahudi, mencantumkan nama keempat wanita ini merupakan hal yang tidak lazim bagi para pembacanya karena dalam budaya Yahudi biasanya hanya nama pria yang dicantumkan dalam sebuah silsilah. Silsilah ini semakin tidak lazim karena melalui silsilah ini terlihat jelas kalau Yesus ternyata tidak murni berdarah Yahudi.

Orang Kristen beretnis Yahudi pada saat itu masih sangat kesulitan menerima kenyataan kalau bangsa non-Yahudi juga ternyata bisa menjadi umat Allah. Kekristenan ternyata terdiri dari berbagai bangsa. Padahal, selama ini orang-orang Yahudi selalu merasa hanya mereka yang secara eksklusif bisa menjadi umat-Nya Allah. Namun, sekarang mereka bahkan harus menerima kenyataan kalau Sang Mesias ternyata tidak murni berdarah Yahudi? Sungguh bukan hal yang mudah bagi mereka menerima fakta ini.

Apalagi, dari keempat nama wanita tersebut, hanya nama Rut yang tidak identik dengan hal amoral. Tamar tidur dengan mertuanya. Rahab (dengan asumsi kalau ini memang adalah orang yang sama dalam Kitab Yosua) adalah seorang pelacur. Batsyeba adalah seorang pelakor. Jadi, Tuhan sengaja memakai bibit (garis keturunan) yang tidak bermutu seperti itu untuk mempersiapkan kedatangan Anak-Nya yang tunggal berinkarnasi dan datang ke dunia ini? Ya.

Jadi, jika Anda pada saat ini adalah seorang pezinah, pelacur, dan pelakor, janganlah berkecil hati. Bertobatlah dan beriman-percayalah pada Yesus. Ada pengharapan yang mulia menanti para pendosa yang bertobat. Tuhan memang suka memakai orang-orang yang tidak disangka-sangka untuk menjadi bejana tanah liat-Nya supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kita (2 Kor. 4:7).

Meskipun segala sesuatu tampak berantakan, Tuhan tetap bisa memastikan semuanya menjadi indah pada waktu-Nya; dengan cara-Nya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan