Yesus dan Anak-anak

Memandang Anak-anak sebagai Alat Pendeteksi untuk Kesombongan

 

22 Juni 2005
Artikel oleh John Piper
Pendiri & Pengajar, desiringGod.org


Satu hal yang harus diperhatikan ketika menilai kebugaran rohaninya seseorang untuk melayani adalah mengenai bagaimana dia berhubungan dengan anak-anak. Tempatkan seorang anak di dalam kamar dan perhatikanlah. Inilah yang dilakukan Yesus untuk menegaskan maksud-Nya. Anak seolah-olah adalah kertas lakmus yang bisa mengungkap kesombongannya seseorang.

Anda mungkin berpikir bahwa hal utama yang akan dilakukan Yesus adalah dengan menyatakan, “Jangan sombong, jadilah seperti anak kecil.” Pada dasarnya, Dia memang mengatakan hal itu dalam Matius 18:3, “… sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Namun, Dia mengatakan hal lain yang lebih mengejutkan. Ketika Yesus melihat murid-murid-Nya sedang berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka, “Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu…. Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: ‘Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku'” (Mar. 9:35-37).

Menerima seorang anak dalam pelukannya Anda dalam nama Yesus adalah sebuah cara untuk menerima Yesus. Menerima Yesus adalah cara untuk menerima Allah. Karena itu, cara kita menghadapi anak-anak merupakan tanda persekutuan kita dengan Allah. Ada sesuatu yang sangat tidak beres dalam jiwa yang tidak turun (atau benarkah naik ?) untuk mencintai dan memeluk seorang anak.

Karena itu, ada baiknya kita mengingat kembali cara Yesus berhubungan dengan anak-anak. Renungkanlah hal-hal ini dan biarkan hal-hal tersebut menggugah kerinduan akan Kristus dalam dirinya Anda. Apa yang lebih penting daripada menerima Kristus dan menerima Allah Sang Pencipta di dalam diri kita? Hebatnya, Yesus mengatakan kita dapat melakukan hal ini melalui pelayanan kepada anak-anak.

  1. Yesus juga pernah jadi anak.
    Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya… (Yes. 9:6).
  2. Yesus menggendong anak-anak dan memberkati mereka.
    “… Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka… Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka” (Mar. 10:14-16).
  3. Yesus menyembuhkan anak dari seorang wanita asing.
    “’Hai ibu, besar imanmu maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.’ Dan seketika itu juga anaknya sembuh” (Mat. 15:28).
  4. Yesus mengusir setan dari seorang anak.
    “Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga” (Mat. 17:18).
  5. Yesus membangkitkan seorang anak dari kematian.
    “Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: ‘Talita kum,’ yang berarti: ‘Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!’ Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan…” (Mar. 5:41-42).
  6. Yesus menggunakan roti-dan-ikan dari seorang anak untuk memberi makan lima ribu orang.
    “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? Kata Yesus: ‘Suruhlah orang-orang itu duduk'” (Yoh. 6:9-10).
  7. Yesus berkata Anda harus menjadi seperti seorang anak kecil.
    “… sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga” (Mat. 18:3-4).
  8. Ketika Yesus datang, anak-anak berseru “Hosana!” kepada Anak Daud.
    “… imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat… dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: ‘Hosana bagi Anak Daud!'” (Mat. 21:15)
  9. Yesus menubuatkan mengenai hari-hari yang mengerikan ketika para ayah akan menyerahkan anak-anak mereka untuk dibunuh.
    “Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya” (Mar. 13:12).
  10. Yesus berfirman jika Anda menerima seorang anak dalam nama-Nya, maka Anda menerima Dia; dan Allah yang mengutus-Nya.
    “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku” (Mar. 9:37).

Semoga Tuhan mengajari kita kebenaran yang mendalam ini—bahwa mengasihi anak-anak dalam nama Kristus sama saja dengan mengasihi Allah Putra dan Allah Bapa. Bahkan lebih dari itu: kita menyambut, menerima, serta berkomunikasi dengan Allah. Pelayanan pada anak-anak “dalam nama Kristus” bukanlah urusan yang sepele.

Pendeta John [Diadaptasi dari A Godward Life , Buku Kedua , hal.188-190]

***

Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul "Jesus and the Children: Pondering Children as Pride Detectors."

You may also like...

Tinggalkan Balasan