Terlahir sebagai Budak – Pembuka

Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.

Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna

PEMBUKA:

PERTANYAAN

Pertanyaannya – apakah manusia memiliki “kehendak-bebas” ? Apakah manusia sanggup memilih beriman percaya kepada Kristus dengan kesadarannya sendiri dan tanpa pertolongan bisa berbalik dari dosanya?

Erasmus menjawab: “Ya!”

Sebaliknya, Luther dengan tegas menjawab: “Tidak!”

Luther meyakini kalau ajaran mengenai “kehendak-bebas” ini merusak doktrin alkitabiah, “Keselamatan karena Kasih Karunia oleh Iman Semata”. Kita harus memiliki keyakinan yang sama dengan Luther. Kita harus dengan tegas melawan ajaran mengenai “kehendak-bebas” ini seperti halnya Luther.

Erasmus menyatakan, “Saya percaya kalau ‘kehendak-bebas’ adalah kuasa kehendak dalam diri seseorang di mana ia bisa menggunakannya untuk hal-hal yang menuntunnya pada hidup kekal atau berpaling menjauh darinya.”

Terhadap pemikiran seperti ini, kita harus memberi jawaban tegas, “Tidak! Manusia terlahir sebagai budak dosa!” Manusia tidak bebas.

You may also like...

Tinggalkan Balasan