BAB 1
Apa yang Alkitab Ajarkan
Argumen 7:
”Kehendak-bebas” tidak bernilai karena perbuatan tidak bisa membenarkan manusia di hadapan Allah.
Sekarang saya akan mengupas pemikiran Paulus di Surat Roma 4:2-3: ”Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah yang dikatakan nas Kitab Suci? ’Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.’” Paulus sama sekali tidak menyangkal kalau Abraham adalah orang benar. Namun, Paulus menyatakan kalau bukan kesalehannya yang membuatnya dianugerahi keselamatan. Tidak ada seorang pun yang setuju kalau perbuatan jahat bisa berkenan pada Allah. Itu sudah jelas. Namun, Paulus di bagian ini ingin menyatakan kalau perbuatan baik sekalipun tidak bisa membuat kita dibenarkan di hadapan Allah. Kita cuma pantas mendapatkan murka-Nya, bukan perkenanan-Nya. Di Surat Roma 4:4-5, Paulus membandingkan dua kelompok manusia, yaitu ”mereka yang bekerja” dengan ”mereka yang tidak bekerja”. Kebenaran, ketika seseorang diperdamaikan dengan Allah, justru bukan diperhitungkan kepada ”mereka yang bekerja”, tetapi kepada ”mereka yang tidak bekerja” namun beriman percaya kepada Allah. Hanya ada dua kelompok ini saja, tidak ada yang lain.