Terlahir sebagai Budak – Bab Empat- Argumen 4

BAB 4

Pandangan Luther atas Cara Erasmus Menolak Teks yang Menentang “Kehendak-Bebas”


Argumen 4:
Kitab Yesaya 40:6-7, ”…Seluruh umat manusia (flesh) adalah seperti rumputdan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering,bunga menjadi layu, apabila TUHAN (the Spirit of the Lord) menghembusnya dengan nafas-Nya…” (Luther).

 

Kamu menyatakan kalau kata ”Roh/the Spirit” dalam bagian ini merujuk pada murka, sementara kata ”manusia/flesh” merujuk pada kelemahan manusia yang tidak memiliki kekuatan melawan Allah. Namun, benarkah murka Allah tidak memiliki hal lain yang perlu dimatikan sampai harus mematikan kelemahan manusia? Bukankah Allah seharusnya malah membangkitkannya, alih-alih mematikannya?

 

Kamu kemudian menyatakan kalau kata ”bunga di padang” menggambarkan kemegahan yang timbul karena berkelimpahan dari hal-hal duniawi. Namun, pendapat seperti ini tidak mungkin benar. Bangsa Yahudi bermegah atas bait Allah mereka; penyunatan mereka; atas ritual upacara kurban mereka. Bangsa Yunani bermegah atas hikmat bijaksana mereka. Usaha membenarkan diri karena kesalehan dan bijaksana inilah yang diluluhlantakkan oleh hembusan dari Roh Allah. Yesaya menegaskan soal ini dengan merujuknya pada ”seluruh umat manusia”. Hanya sebagian orang yang bermegah atas harta duniawinya, namun semua manusia secara alami bermegah atas kesalehan dan bijaksananya.

 

Di tahap ini, sangat penting untuk mengingat apa yang tertulis di Injil Yohanes 3:6, ”Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging”. Bagian ini dengan jelas menunjukkan kalau siapa pun yang belum dilahirkan kembali oleh Roh Allah adalah daging. Ini tidak berarti hanya bagian tertentu, atau sebagian besar, dari manusia adalah daging. Ini juga tidak berarti bahwa hal terbaik dalam diri manusia adalah daging. Dengan jelas, ini berarti bahwa setiap manusia tanpa Roh Allah adalah ”daging” sehingga akan dihukum Allah.

 

Kamu berpendapat kalau pemikiran ini tidak benar. Kamu berpendapat ada manusia yang lebih memilih mati seribu kali daripada melakukan kejahatan keji, meskipun tak seorang pun yang tahu dan Allah akan mengampuninya. Namun, kamu masih terpaku melihat bungkus luarnya seseorang. Kamu harus melihat hatinya. Jika memang ada orang seperti itu, kesalehan mereka hanya akan memuliakan diri mereka sendiri karena terlepas dari Roh, mereka tidak akan berhasrat memuliakan Allah dengan kesalehannya.

 

Kamu juga mempertanyakan apakah semua orang yang dinyatakan sebagai ”daging” mesti dianggap sebagai orang fasik. Jawaban saya adalah ”Ya”; seorang manusia itu fasik jika dia tidak memiliki Roh Allah. Kitab Suci menyatakan kalau Roh Kudus diberikan untuk memperdamaikan orang fasik dengan Allah. Yesus menyatakan apa yang dilahirkan dari daging tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Tidak ada pilihan selain berada di dalam Kerajaan Allah atau Kerajaan Setan. Jika seseorang tidak berada di dalam Kerajaan Allah, maka dia pasti masih berada di dalam Kerajaan Setan.

 

Lalu kamu bertanya: ”Bagaimana saya sanggup mengajar orang yang adalah ”daging” meskipun ia dilahirkan kembali dari Roh?” Darimana kamu mendapatkan omong kosong seperti ini? Saya dengan jelas membedakan antara ”daging” dan “Roh”. Seorang manusia yang belum dilahirkan kembali dari Roh adalah daging. Seorang manusia yang sudah dilahirkan kembali dari Roh adalah roh – kecuali untuk bagian tertentu dari daging itu yang tetap akan menyusahkannya.


 

TERLAHIR SEBAGAI BUDAK

Sebuah versi sederhana dan ringkas dari buku klasik “Belenggu Kehendak” yang ditulis oleh Martin Luther, diterbitkan pertama kali pada tahun 1525.

Versi Inggris
Dikerjakan oleh:
Clifford Pond
Diedit oleh:
J.P. Arthur M.A
H.J. Appleby
Versi Indonesia
Diterjemahkan oleh:
Yonghan
Diedit oleh:
Suriawan Surna

You may also like...

Tinggalkan Balasan