Sukacita Surga
24 Juni
Artikel oleh .
Pendiri dan Pengajar, desiringGod.org
”Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”
(Fil. 4:11-13)
Pemeliharaan-Nya Allah berupa kasih-karunia-masa-depan yang diberikan hari lepas hari memampukan Paulus untuk merasa kenyang maupun lapar; untuk merasa berhasil maupun menderita; ketika berkelimpahan maupun berkekurangan.
”Segala perkara dapat kutanggung” benar-benar berarti merujuk pada ”segala perkara”, bukan hanya mengenai berbagai hal yang mudah [saja]. ”Segala perkara” berarti, ”Di dalam Yesus saya bisa [menanggung] rasa lapar, menderita, dan kekurangan.” Hal ini memperjelas janji yang menakjubkan dari Filipi 4:19: ”Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”
Apa arti ”segala keperluanmu” dalam pandangan Filipi 4:11-12? Itu berarti merujuk pada ”semua yang Anda perlukan untuk kepuasan-yang-memuliakan-Allah”. Artinya, itu mungkin [saja] termasuk mengalami masa-masa kelaparan dan kekurangan. Kasihnya Paulus kepada jemaat di Filipi mengalir dari kepuasannya di dalam Allah. Kepuasannya mengalir dari imannya terhadap kasih-karunia-masa-depan akan penyediaan-Nya Allah yang sempurna untuk menjadi segala sesuatu yang dibutuhkannya pada masa berkelimpahan maupun berkekurangan.
Maka, jelaslah bahwa ketamakan adalah kebalikan dari iman. Ketamakan adalah hilangnya kepuasan di dalam Kristus sehingga kita mulai mendambakan berbagai hal yang lain untuk memuaskan kerinduan hati kita yang hanya dapat dipuaskan oleh hadirat-Nya Allah sendiri. Tidak salah lagi bahwa pertempuran melawan ketamakan adalah pertempuran melawan ketidakpercayaan kepada janji-Nya Allah untuk menjadi segala sesuatu yang kita butuhkan dalam setiap situasi dan kondisi.
Hal ini dinyatakan dengan sangat jelas dalam Ibrani 13:5. Perhatikan bagaimana si penulis surat berargumentasi tentang kemerdekaan kita dari cinta uang — kemerdekaan dari ketamakan — kemerdekaan kepuasan di dalam Allah: ”Jauhkanlah hidupmu dari cinta uang, dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang kamu miliki sebab Ia sendiri berkata: ’Aku tidak akan meninggalkanmu, dan tidak akan pernah mengabaikanmu’” (AYT). Iman dalam janji ini — ”Aku tidak akan meninggalkanmu” — mematahkan kuasa dari segala keinginan yang-tidak-menghormati-Allah — semua ketamakan.
Kapan pun kita merasakan munculnya ketamakan sekecil apa pun dalam hati kita, maka kita harus berbalik dan melawannya sekuat tenaga dengan menggunakan berbagai senjata-iman ini.
Artikel ini diterjemahkan dari "I Can Be Content in Every Circumstance."