Enam Cara untuk Melihat Roh Kudus
4 April 2022 Artikel oleh Marshall Segal Staf penulis , desiringGod.org
Hidup-dalam-Roh kadang-kadang terasa seperti biasa-biasa saja. Ini benar-benar merupakan salah satu prestasinya Iblis yang terbesar.
Jika Iblis tidak bisa mencegah Allah menerobos-dan-membangkitkan kembali jiwa yang pernah mati, dia akan melakukan apa yang dia bisa untuk mengecilkan apa yang telah terjadi. Iblis akan menabur duri yang akan mengganggu rasa aman-dan-tenang kita (2 Kor. 12:7). Dia akan mencoba menutupi kemuliaan-Nya Allah di dalam kita dan di sekitar kita (2 Kor. 4:4). Iblis akan membanjiri kita dengan kekhawatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup untuk mengalihkan perhatian kita dari realitas rohani (Luk. 8:14). Dia akan menangkap kilasan dosa apa pun dan seolah-olah berkata: ”Lihatlah, kamu masih persis seperti siapa dirimu sebelumnya” (Why. 12:10).
Iblis dapat meyakinkan kita bahwa hidup-yang-dikuasai oleh kehadiran, pertolongan dan sukacita dari Allah — melalui Roh Kudus — tidaklah berbeda dari kehidupan lainnya. Dia meyakinkan kita untuk memahami dan mendefinisikan kehidupan kita dengan apa yang diakibatkan oleh kutuk dan bukan oleh hadirnya manusia baru.
Ya, kehidupan di dalam Roh — untuk sekarang — seringkali terasa biasa-biasa saja. Kita makan dan minum, bekerja dan tidur, membanting tulang, lalu melakukan semuanya lagi keesokan harinya. Namun, hal-hal yang terjadi sekarang tidak ada yang sama dengan yang dulu, bahkan kopi pagi dan camilan sore kita sekalipun. ”Entah kamu makan atau minum, atau apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Kor. 10:31, AYT). Kemuliaan ini tidak membuat kita melalaikan soal makan, tetapi justru menguasainya. Siapa yang memampukan kita untuk makan dan minum (serta melakukan apapun) untuk kemuliaan-Nya Allah? Roh Kudus.
Sekarang, kita makan dengan Roh. Sekarang, kita minum dengan Roh. Sekarang, kita bekerja, bermain, dan tidur dalam Roh. Sekarang, kita berjalan dipimpin oleh Roh (Gal. 5:16). Hari yang normal mungkin terasa biasa-biasa saja. Namun, jika kita lihat lebih dalam lagi, Allah sedang merajut sebuah kehidupan baru yang ajaib, yang belum kelar, di dalam kita — oleh Roh-Nya
Anda Memiliki Roh
Apakah Anda ingat, bahwa jika Anda memang adalah milik-Nya Kristus, maka Roh Allah diam di dalam Anda? Dia tidak melayang-layang di atas Anda menunggu untuk menolong. Dia tidak duduk di surga dan menunggu Anda menelepon. Dia tidak berpatroli di sekitar lingkungan tempat tinggalnya Anda dan mencari jiwa yang memerlukan-Nya. Tidak. Ketika Allah membebaskan Anda dari penjara dosa dan kematian, Dia tidak hanya mengundang Anda ke dalam hadirat dan keluarga-Nya, tetapi Dia datang untuk tinggal di dalam Anda. Dia menganggap jiwa Anda yang lemah, hancur dan sudah diampuni, sebagai rumah-Nya sendiri.
”Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah,” Rasul Paulus bertanya, ”dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Kor. 3:16). Tahukah Anda? Apakah berbagai rutinitas dalam hidup ini telah membuat Anda lupa? Allah memang hidup dalam apa yang tampak biasa-biasa saja, dalam biasa-biasanya Anda.
Paulus menulis dalam Rom. 8:8-9, ”Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu.” Meskipun banyak aspek kehidupan yang tetap sama sesudah Anda menerima Yesus — keluarga, pekerjaan, lingkungan tempat tinggal, mobil, pakaian, bahkan sarapannya Anda — sesuatu yang fundamental telah berubah. Seseorang yang fundamental. Allah membanjiri setiap sudut yang kita kenal dan biasa-biasa saja dalam hidup kita dengan Allah — dengan diri-Nya, dengan Roh-Nya.
Rasakan kuatnya kekaguman Paulus, sewaktu dia mengulangi hal tersebut tiga kali hanya dalam beberapa ayat:
Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu… Jika Roh yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu” (Rom. 8:9-11).
Paulus terpikat oleh realitas yang terkadang kita lewatkan. Allah tidak hanya mengasihi, melindungi, memelihara, dan mendekati Anda. Dia tinggal di dalamnya Anda. Dia diam di dalamnya Anda. Dia tinggal berdiam di dalamnya Anda.
Membuat Kehadiran-Nya Terasa
Jika kita dapat melihat semua yang dikerjakan Roh Kudus di dalam-dan-melalui kita, kita tidak akan menguap atau mengerang karena berbagai ”rutinitas” yang cenderung kita lakukan. Suatu hari, kita akan memiliki mata-dan-telinga yang selaras dengan berbagai mukjizat tersebut. Namun, untuk saat ini, kita harus mencarinya – mencari Dia. Namun, apa yang kita cari?
Kita mencari adanya ketergantungan seperti anak kecil. Paulus menyatakan dalam Surat Roma 8, ”Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa! Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Rom. 8:15-16). Setiap kali kita mengulurkan tangan-imannya kita pada Allah sebagai Bapa kita — sebagai seseorang yang secara berdaulat mengasihi-dan-memelihara kita sebagai anak yang dikasihi-Nya – kita melakukannya oleh Roh. Apakah Anda memiliki dorongan untuk berdoa ketika Anda merasa tergoda, lemah, bingung, atau putus asa? Itu bukan dorongan yang biasa atau alami. Itu adalah karya-Nya Allah.
Kita mencari adanya kesadaran akan realitas rohani. Apapun yang benar-benar kita pahami tentang Allah, firman-Nya, dan kehendak-Nya adalah karunia dari Roh Kudus. Siapa pun dapat membaca firman Allah dan bahkan mungkin mengerti berbagai kosakata, tata bahasa dan logikanya. Namun, tidak seorang pun yang dapat memahami realitas ini kecuali Roh yang menggerakkannya. ”Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu , apa yang dikaruniakan Allah kepada kita” (1 Kor. 2:12). Kita tidak akan pernah sepenuhnya memahami apa yang sudah dikerjakan Allah bagi kita di dalam Kristus. Namun, apa yang kita mengerti sekarang, semuanya itu bisa kita mengerti karena apa yang telah dikerjakan Allah bagi kita di dalam Roh Kudus.
Kita mencari adanya godaan yang ditolak dan dosa yang dikalahkan. ”Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup” (Rom. 8:13). Manusia mati melalui seribu cara yang berbeda-beda. Namun, dosa hanya mati melalui satu cara, yaitu oleh-Roh. Kita mungkin kehilangan kuasa atas kematian ini karena kita pikir (jauh di dalam lubuk hati kita) bisa mengalahkan dosa kita dengan kekuatan sendiri. Namun, kita tidak bisa. Kita tidak mengalahkannya. Jika dosa mati karena tangan kita, itu hanya karena tangan kita telah menjadi senjata yang kuat di tangan Allah sendiri.
Kita mencari adanya kasih yang seperti kasih Allah. Roh Kudus tidak hanya mencabut kejahatan yang tersisa di dalam kita. Dia juga menanam-dan-memelihara sebuah kebun kebenaran. Bukti paling jelas yang menunjukkan bahwa Dia berdiam di dalam kita bukanlah keburukan yang dihilangkan-Nya, tetapi keindahan yang diciptakan-Nya. ”Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal. 5:22-23). Dengan kata lain, Roh Kudus membuat kita semakin serupa dengan Kristus. Kita mencari adanya kasih yang seperti kasih-Nya; sukacita yang seperti sukacita-Nya; kesetiaan yang seperti kesetiaan-Nya. ”Dan, kita semua, yang dengan wajah tidak terselubung mencerminkan kemuliaan Tuhan, sedang diubah kepada gambar yang sama [yaitu gambar-Nya] “dari kemuliaan kepada kemuliaan, sama seperti Tuhan, yang adalah Roh itu” (2 Kor. 3:18, AYT).
Kita mencari adanya karunia atau pemahaman yang spesifik yang menjawab kebutuhan di dalam gereja. Setiap orang yang sudah didiami Roh telah diberi kemampuan yang berguna untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya lainnya. Paulus berkata kepada jemaat, ”Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1 Kor. 12:4-7). Kepada tiap-tiap orang — bukan hanya beberapa orang atau banyak orang. Jika Roh berdiam di dalam Anda, maka karunia itu diperuntukkan bagi Anda juga. Jadi, akhir-akhir ini, bagaimana Allah menjawab sebuah kebutuhan khusus melalui Anda? Ketika Dia melakukannya, Dia mengingatkan Anda bahwa Dia berdiam di dalam Anda melalui Roh-Nya.
Namun, yang paling utama, kita mencari kasih untuk Yesus. ”Tidak ada satu pun yang dapat berkata, “Yesus adalah Tuhan,” selain oleh Roh Kudus” (1 Kor. 12:3). Tentu saja, mereka dapat mengatakan hal itu, tetapi tidak dengan hati mereka – tidak dengan iman, sukacita, harapan, dan kasihnya mereka. Kasih yang berkelanjutan untuk Yesus hanya terjadi ketika Roh Kudus berdiam di dalamnya. Paulus menggambarkan mukjizat yang sama dalam Surat 2 Kor. 4:6: “[Allah] juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.” Jika kita masih mengasihi apa yang kita lihat ketika kita memandang Yesus, kita melihat sesuatu yang hanya bisa dikerjakan oleh Roh di dalam kita.
Apakah Anda melihat adanya ketergantungan yang terus-menerus pada Allah dalam hidupnya Anda? Apakah Anda melihat karunia-Nya; adanya kemenangan atas dosa; adanya kasih atau kedamaian atau sukacita seperti Kristus? Apakah Anda masih mengasihi apa yang Anda lihat dari Yesus? Maka, rutinitas Anda bukanlah hal yang biasa-biasa saja seperti yang Anda pikirkan karena Roh Kudus hidup-dan-bekerja di dalam dirinya Anda.
Berbagai Nubuat Dari Surga
Sebagai orang Kristen, kita memang punya — ya, punya — Roh Kudus. ”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah?” (1 Kor. 6:19). Kita memiliki Roh Kudus pada saat ini. Namun, apa yang kita alami sekarang hanyalah gambaran dari akan apa yang akan datang. Paulus menyatakan Roh Kudus ”adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya” (Ef. 1:14). Jaminan. Berarti, masih ada lagi yang lain.
Hal baik apa pun yang dikerjakan Roh Kudus dalam kita pada saat ini hanyalah gambaran dari apa yang akan dilakukan-Nya bagi kita untuk selama-lamanya. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita di dunia ini adalah gambaran dari apa yang akan kita alami pada kehidupan mendatang. Di pusat semuanya itu, kita akan menemukan Dia. Kristus yang Roh-Nya hidup di dalam kita akan menjadi Kristus yang hidup bersama kita.
Kehidupan di dalam Roh terasa membosankan jika kita mati rasa terhadap mukjizat. Ya, sekarang kita memang hidup, bekerja, dan mengasihi di antara semak duri dan rumput duri. Namun, kita melakukannya dengan kekuatan-dan-hikmat dari Allah — hingga kelak tiba hari ketika Allah mengubah apa yang biasa-biasa saja menjadi kemuliaan kita.
***
Artikel ini diterjemahkan dari desiringgod.org dengan judul "OUR GOD-SIZED ORDINARY : Six Ways to See the Holy Spirit ."