Rom. 13:11-12 (AYT)
Demikian pula, kamu mengetahui waktunya bagimu saat ini untuk bangun dari tidur; sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita daripada waktu pertama kali kita percaya. Malam sudah berlalu dan siang sudah dekat, karena itu marilah kita membuang perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang.
Walaupun kita sudah dilahirbarukan/diselamatkan, kita masih diuji dengan diijinkan hidup di tengah-tengah dunia yang begitu kacau balau. Kita masih ditempatkan sebagai domba di tengah-tengah serigala. Karena itu, penting bagi kita jangan sampai ikut-ikutan tidur seperti halnya para serigala.
Sedikit ragi akan merusak adonan. Pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik. Untuk menjadi baik, manusia mungkin membutuhkan latihan bertahun-tahun.
Seorang penginjil mengisahkan kepada saya perjuangannya untuk bisa sepenuhnya terbebas dari dosa minum-minum (alkohol) membutuhkan waktu sekitar 20 tahun. Namun, untuk menjadi buruk, manusia membutuhkan waktu mungkin cukup seminggu saja.
Iblis cukup meyakinkan Saudara untuk mencobanya sekali saja. Begitu kita hidup dalam dosa, maka kita sudah tertidur. Karena itu, Paulus mengingatkan kalau “waktunya bagimu saat ini untuk bangun dari tidur”; “malam sudah berlalu dan siang sudah dekat”.
Apa maksud kata “siang” di bagian ini? Merujuk pada peristiwa apa?
Mat. 24:30-31, 44
Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
….
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Malam sudah berlalu dan siang sudah dekat.